CESS (Journal of Computer Engineering System and Science) p-ISSN :2502-7131 Vol. 5 No. 1 Januari 2020 e-ISSN :2502-714x 1 Page | 1 ANALISA BUSINESS PROCESS REENGINEERING DALAM PENGEMBANGAN SISTEM DISTRIBUSI PRODUK LENSA MATA PT. GALERI MATA INDONESIA BERBASIS MOBILE APPLICATION Riri Fajriah 1 , Syukri Nazar 2 1,2 Program Studi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana Jalan Meruya Selatan No. 1 Kembangan Jakarta Barat 1 riri.fajriah@mercubuana.ac.ids, 2 syukri.nazar@mercubuana.ac.id AbstrakBusiness process reengineering adalah salah satu cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk memperbaiki kinerja operasional bisnis. Permasalahan yang sering dihadapi oleh perusahaan distribusi adalah bagaimana menjaga komitmen yang baik kepada pelanggan dalam hal pengantaran produk yang dapat diterima tepat waktu dan dalam kondisi yang baik. Hal ini pun yang menjadi perhatian pada PT Galeri Mata Indonesia sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang distribusi produk lensa mata. Oleh karena itu perusahaan berencana untuk melakukan tinjauan evaluasi bisnis proses yang berjalan saat ini dengan mengimplementasikan metode analisa value chain dan critical success factor (CSF). Adapun konsep business process reengineering yang akan dilakukan bertujuan untuk memberikan hasil analisa perbaikan proses bisnis dan strategi perencanaan rancangan pengembangan sistem distribusi yang akan dilakukan oleh PT Galeri Mata Indonesia berbasis mobile application. Sehingga pelayanan distribusi lensa mata kepada pelanggan dapat mencapai service level agreement (SLA) yang baik, memuaskan serta meningkatkan keuntungan perusahaan. Kata KunciBusiness Process Reengineering, Value Chain, CSF, SLA, Distribusi, Mobile Application AbstractBusiness process reengineering is one-way companies can do to improve business operational performance. The problem that is often faced by distribution companies is how to maintain good commitment shown to customers in terms of product delivery that can be received on time and in good condition. This also concerns PT Galeri Mata Indonesia as one of the companies engaged in the distribution of eye products. By because it company is planning to review the Business Process Evaluation that is currently running now by implementing the value chain analysis method and critical success factors (CSF). While the concept of business process reengineering will be carried out to provide results of business process improvement analysis and distribution system development planning that will be carried out by PT Galeri Mata Indonesia based on mobile applications. So that the eyepiece distribution service is not shown to customers can achieve a good service level agreement (SLA), Satisfying and increasing corporate profits. KeywordsBusiness Process Reengineering, Value Chain, CSF, SLA, Distribution, Mobile Application I. PENDAHULUAN Business Process Reengineering (BPR) adalah salah satu strategi yang dapat diimplementasikan oleh organisasi bisnis dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Dalam konsep Business Process Reengineering (BPR), organisasi bisnis akan membentuk konsep proses bisnis yang dirubah untuk meningkatkan jasa kepada pelanggan, memotong biaya operasional dan menjadi kompetitor kelas dunia [1]. Perubahan proses bisnis (Business Process Reengineering) dengan penerapan model e-Commerce menunjukkan perubahan usaha kearah yang lebih maju disamping tujuan utamanya adalah untuk efisiensi biaya dan waktu serta tentunya dalam peningkatan laba atau keuntungan perusahaan tersebut [2]. A. Latar Belakang Salah satu organisasi bisnis atau perusahaan yang membutuhkan diadakannya BPR adalah PT Galeri Mata Indonesia (PT GMI). Sebagai salah satu perusahaan distribusi alat kesehatan lensa mata di Indonesia, PT GMI dituntut agar dapat memberikan pelayanan yang cepat kepada instansi kesehatan seperti rumah sakit dan klinik yang menyelenggarakan operasi bedah mata untuk ketersediaan stok lensa mata. Saat ini PT GMI sudah menerapkan e-business dalam proses bisnis yang dilakukan untuk memudahkan proses pemesanan dan distribusi produk ke pelanggan menggunakan sistem aplikasi berbasis web. Namun dikarenakan saat ini teknologi mobile application dinilai cukup efektif dalam mendukung proses bisnis, maka rencananya akan dilakukan perubahan bisnis proses dalam hal pemesanan dan pengantaran produk