Seurune, Jurnal Psikologi Unsyiah ISSN: 2614-6428 Vol. 1, No. 1, Januari 2018 74 KEBAHAGIAAN PADA PEREMPUAN BERCERAI YANG MEMILIKI ANAK DAN YANG TIDAK MEMILIKI ANAK Fathur Maulana, Syarifah Faradina fathur.ibenz@gmail.com; sy.faradina@gmail.com Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala ABSTRAK Kebahagiaan merupakan hal utama dan menjadi tujuan yang sangat diharapkan dalam sebuah perkawinan, namun dalam perkawinan kadang terdapat ketidakharmonisan yang dapat menimbulkan konflik yang berujung pada perceraian. Angka perceraian di Banda Aceh yang didominasi oleh cerai gugat atau cerai yang diajukan oleh pihak perempuan semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Perempuan yang mengakhiri pernikahan yang penuh tekanan akan mendapatkan peningkatan kebahagiaan setelah perceraian. Salah satu hal yang dapat memberikan dampak positif terhadap kebahagiaan pada perempuan adalah jika individu tersebut memiliki anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kebahagiaan pada perempuan bercerai yang memiliki anak dan yang tidak memiliki anak di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik quota sampling, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 60 perempuan bercerai dengan perincian 30 memiliki anak dan 30 tidak memiliki anak. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah modifikasi dari Skala Kebahagiaan Berbasis Pendekatan Indigenous Psychology Anggoro dan Widhiarso. Hasil analisis data dengan menggunakan teknik analisis Independent Sample t-Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kebahagiaan pada perempuan bercerai yang memiliki anak dan yang tidak memiliki anak di Banda Aceh, dimana perempuan bercerai yang memiliki anak menunjukkan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak memiliki anak. Kata kunci: Kebahagiaan, Perceraian, Perempuan Bercerai, Anak ABSTRACT Happiness is the main purpose in a marriage, but sometimes there are fundamental disagreements that can create conflicts that led to divorce. The amount of divorce cases in Banda Aceh is increasing in recent years, with divorce cases filed by wife dominating the numbers. Women in high-distress marriages reported increases in happiness following divorce. One of the factors that can have a positive impact on happiness on women is having children. This study aims to determine the differences of happiness between divorced women with children