JURNAL ILMIAH KESEHATAN PENCERAH Volume 8 Nomor 1 Bulan Juli Tahun 2019 eISSN: 2656-8004 24 HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP KLIEN YANG MENGALAMI RETINOPATI DIABETIK Sumbara Sumbara 1 STIKES Bhakti Kencana Bandung Alamat korespondensi: sumbara.bara@gmail.com/0821214893 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup klien dibutuhkan dukungan keluarga karena salah satu fungsi keluarga adalah memberikan perawatan kepada anggota keluarganya yang sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup klien yang mengalami retinopati diabetik di Poli Retina Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung. Jenis penelitian menggunakan descriptive korelasi dengan pendekatan cross sectional pada sampel berjumlah 50 orang dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk dukungan keluarga dan Visual Function Questionnaire-25 untuk kualitas hidup penglihatan. Analisa statistik yang digunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian dari klien (58%) mendapatkan dukungan dari keluarga, dan sebagian dari klien (48%) memiliki kualitas hidup baik. Dari hasil uji Chi Square didapatkan P-value = 0,04 dengan α = 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup klien yang mengalami retinopati diabetic. Oleh karena itu, perawat diharapkan dapat meningkatkan dukungan keluarga dengan memberikan edukasi mengenai perawatan klien yang mengalami retinopati diabetik agar klien dapat mempertahankan kualitas hidupnya. Kata Kunci : Dukungan Keluarga; Kualitas Hidup; Retinopati Diabetik PENDAHULUAN Penglihatan adalah salah satu indera yang Tuhan berikan agar kita dapat melihat dan mempelajari banyak hal di dunia ini. Kehilangan penglihatan bukanlah hal yang mudah untuk diterima oleh semua orang. Dapat dibayangkan betapa kehilangannya seseorang yang tidak dapat menggunakan kembali indera penglihatannya atau orang yang memiliki keterbatasan dalam melihat karena suatu hal misalnya karena menderita suatu penyakit tertentu atau karena kecelakaan sehingga terjadi kerusakan pada organ mata dan harus kehilangan fungsi penglihatan (Jannah, 2016). Salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan adalah diabetes mellitus dengan komplikasi retinopati diabetik. Diabetes mellitus adalah salah satu penyakit kronik yang terjadi pada jutaan orang di dunia (American Diabetes Association, 2015). Diabetes mellitus merupakan sekelompok penyakit metabolik dengan karakteristik terjadinya peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemi) yang terjadi akibat kelainan sekresi insulin dan keduanya (Smeltzer & Bare, 2014). Jumlah penderita diabetes mellitus yang telah terdiagnosis di Indonesia di perkirakan sebanyak 3.706.236 jiwa (Kemenkes Republik Indonesia, 2014). Di Jawa Barat, data orang yang mengalami diabetes mellitus terdiagnosa oleh dokter adalah sebanyak 418.110 jiwa, sedangkan orang yang mengalami gejala diabetes mellitus namun belum terdiagnosis oleh dokter sebanyak 225.136 jiwa (Riskesdas Kementrian Kesehatan, 2013). Diabetes