45 PENGUKURAN RISK DAN RETURN PADA PEMBIAYAAN BANK SYARIAH MANDIRI DENGAN APLIKASI METODE VALUE AT RISK (VAR) DAN RISK ADJUSTED RETURN ON CAPITAL (RAROC) PERIODE 2015 – 2019 Kristanti Rahman dan Septyan Arung Ega Saputri Program Studi Akuntansi STIE Muhammadiyah Cilacap kristantirahman@stiemuhcilacap.ac.id dan septyanarung@gmail.com Abstract This study aims to identify and analyze: The potential risk and return on investment returns on financing at Bank Syariah Mandiri in Indonesia using the VaR and RAROC application methods. This study uses the Value at Risk (VaR) method to measure potential losses and the Risk Adjusted Return on Capital (RAROC) method to measure potential returns that have been adjusted to risk. The type of data used is secondary data. The results of the study using the VaR method show that the highest potential risk occurs in the musyarakah financing contract, while murabahah and mudharabah financing tends to be more stable. The results of research using the RAROC method show that. the level of income earned results in a negative RAR value, so that it can erode Bank Syariah Mandiri capital in the event of a loss. Because capital is used to cover losses that arise.Suggestions that can be given are as follows: 1. This research is expected to provide an overview to help Bank Syariah Mandiri to be more efficient in the flow of funds provided in creating profits for the bank. 2. For further research, it is necessary to perform the performance of Islamic banks using the RAROC method by calculating the banking risk for each financing. So that a more detailed RAROC value will be obtained for each contract from an Islamic bank as a comparison. Keyword : Risk, Return, Financing, Value at Risk (VaR), Risk Adjustet Return on Capital (RAROC). 1. Pendahuluan Industri perbankan dalam sistem keuangan Indonesia memiliki peranan paling besar hingga saat ini, dimana bank memberikan dorongan dalam perkembangan ekonomi di Indonesia. Dalam pengembangan usaha di berbagai sektor membutuhkan bank sebagai mitra untuk pertumbuhan usahanya. Setiap pemerintahan berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatkan kinerja yang berfungsi sebagai lembaga keuangan yang mampu membangun perekonomian suatu negara, dimana perbankan dapat menghimpun dan menyalurkan dana, serta memberikan jasa lainnya dalam meningkatkan suatu usaha (Kasmir, 2014:75). Dalam keadaan apapun, bank syariah harus tetap memberikan return kepada para nasabah dengan prosentasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal ini dilakukan sebagai upaya agar bank syariah tidak kehilangan para nasabah. Pada kenyataannya, hal tersebut dapat memberikan risiko yang sangat besar bagi bank syariah. Dimana return bagi hasil cenderung sama, sedangkan hasil usaha maupun pendapatan bank yang selalu berbeda, sehingga bank syariah harus menyisihkan dana yang berasal dari modal maupun asset dalam upaya menutupi pemberian return yang kurang. 1.1 Rumusan Masalah a. Bagaimanakah potensi kerugian (risk) pada pembiayaan murabahah, mudharabah dan musyarakah pada Bank Syariah Mandiri di Indonesia dengan metode VaR? b. Bagaimanakah potensi pengembalian hasil (return) pada Bank Syariah Mandiri di Indonesia dengan metode RAROC? 1.2 Tujuan Penelitian a. Untuk mengukur potensi kerugian ( risk) pembiayaan murabahah, mudharabah dan musyarakah pada Bank Syariah Mandiri di Indonesia dengan metode VaR. b. Untuk mengukur potensi pengembalian hasil (return) pada Bank Syariah Mandiri di Indonesia dengan metode RAROC.