JURNAL TEKNIK ITS Vol. 10, No. 2, (2021) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) A373 AbstrakKerupuk memang bisa dibuat secara manual atau dengan alat tradisional. Namun untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi, kerupuk perlu diproduksi dengan mesin agar lebih efesien. Pada salah satu UMKM kerupuk, belum memiliki alat untuk produksi krupuk mentahnya, dengan kata lain UMKM kerupuk ini hanya melakukan penggorengan saja. Kondisi ini kurang memaksimalkan sistem pabrik itu sendiri. Berdasarkan permasalahan yang telah dijelaskan sebelumnya, maka pada proyek akhir ini akan membuat mesin produksi otomatis dengan sistem kendali pada mesin produksi kerupuk mawar dengan menggunakan Networked Control System sehingga dapat membuat dan mencetak kerupuk mulai dari bahan baku mentah. Metode Networked Control System tersebut untuk mengetahui ganguan paket data yang dikirim. Pada sistem ini terdapat monitoring dan kontrol produksi penakaran bahan dan dilengkapi dengan sensor Loadcell, terdapat juga kontrol untuk produksi pilihan rasa asin dan pedas pada kerupuk mawar. Keseluruhan sistem ini dikontrol menggunakan mikrokontroller Arduino Mega dan juga menggunakan ESP8266. Pada monitoring bahan takaran terdapat error sebesar 1% pada sensor Loadcell, dan juga terdapat delay pada control servo sebesar 1-3 detik. Hasil pengujian metode Networked Control System terdapat respon waktu yang dibutukan pada saat website dapat mengaktifkan mesin produksi kerupuk bekisar 1,15 detik 1,21 detik, karena diberikan delay selama 1 detik, maka respon waktu dari website hingga plant bergerak yaitu selama kurang dari 1 detik. Kata KunciKerupuk, Networked Control System, Sensor Loadcell, ATmega, ESP 8266. I. PENDAHULUAN ERUPUK merupakan suatu jenis makanan kecil yang sudah lama dikenal oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia. Sebagai komoditi dagangan kerupuk termasuk kedalam jenis produk industri yang mempunyai potensi cukup baik. Saat ini pemasarannya berkembang tidak hanya di dalam negeri saja, tetapi juga di luar negeri seperti Belanda, Singapura, Hongkong, Jepang, Suriname dan Amerikan Serikat. (Koswara, 2009). Kerupuk mawar mampu bersaing dengan kerupuk jenis lainnya. Jumlah masyarakat yang menyukai kerupuk mawar sangat banyak. Setiap daerah biasanya menamai kerupuk mawar dengan nama yang berbeda-beda. Ada yang menyebut dengan kerupuk black karena ditempatkan di black. Ada juga yang menyebutnya dengan kerupuk uyel, kerupuk keriting, dll. Meskipun memiliki nama yang berbeda disetiap daerah tidak membuat masyarakat sulit mengenali dengan yang namanya kerupuk mawar. Kerupuk renyah ini biasanya dijual atau bisa ditemui di warung, pedagang kaki lima, hingga restoran. Kerupuk ini bisa disajikan atau dimakan bersama makanan berat seperti nasi pecel, bakso, nasi goreng, soto dll. Kerupuk memang bisa dibuat secara manual atau dengan alat tradisional. Namun untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi, kerupuk perlu diproduksi dengan mesin agar lebih efesien. Mesin produksi kerupuk dimaksudkan untuk memperoleh penampakan dan penetrasi panas yang merata sehingga memudahkan proses penggorengan dan menghasilkan kerupuk goreng dengan warna yang sama atau seragam [1]. Pada salah satu UMKM kerupuk, belum memiliki alat untuk pencetak krupuk mentahnya, dengan kata lain UMKM kerupuk ini hanya melakukan penggorengan saja, sedangkan untuk krupuk mentahnya mereka beli dari beberapa supplier langganan. Kondisi ini kurang memaksimalkan sistem pabrik itu sendiri karena hanya melakukan penggorengan saja. Dengan dibuatkan sistem keseluruhan diharapkan akan membawa keuntungan berlipat untuk UMKM kerupuk ini, karena dapat menjual kerupuk matang juga menjadi supplier kerupuk mentah bagi pabrik kerupuk lainnya, serta dapat menambah lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar. Oleh karena itu penulis memiliki ide inovasi untuk penambahan monitoring berbasis Internet of Things menggunakan Website pada bagian penakaran dan pengontrolan produksi jenis variant rasa kerupuk yang akan diproduksi pada hari itu agar memudahkan mitra untuk mengontrol dan memonitoring produksi kerupuk. II. TINJAUAN PUSTAKA A. Internet of Things IoT (Internet of Thing) dapat didefinisikan kemampuan berbagai divice yang bisa saling terhubung dan saling bertukar data melelui jaringan internet. IoT merupakan sebuah teknologi yang memungkinkan adanya sebuah pengendalian, komunikasi, kerjasama dengan berbagai perangkat keras, data melalui jaringan internet. Sehingga bisa dikatakan bahwa Internet of Things (IoT) adalah ketika kita menyambungkan sesuatu (things) yang tidak dioperasikan oleh manusia, ke internet [2]. Namun IOT bukan hanya terkait dengan pengendalia perangkat melalui jarak jauh, tapi juga bagaimana berbagi data, memvirtualisasikan segala hal nyata ke dalam bentuk internet, dan lain-lain. Internet menjadi sebuah penghubung antara sesama mesin secara otomatis. Selain itu juga adanya user yang bertugas sebagai pengatur dan pengawas bekerjanya alat tersebut secara langsung. Manfaatnya menggunakan teknologi IoT yaitu pekerjaan yang dilakukan oleh manusia menjadi lebih cepat, muda dan efisien. Sistem Kendali pada Mesin Produksi Kerupuk Mawar Menggunakan Networked Control System Tyas Eka Prasasti, Joko Susila, dan Joko Priambodo Departemen Teknik Elektro Otomasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) e-mail: jokosus@ee.its.ac.id K