p-ISSN: 2356-0533; e-ISSN: 2355-9195 . Jurnal Elkolind Volume 9, Nomor 3, September 2022 DOI: http://dx.doi.org/10.33795/elkolind.v9i3/403 191 1 Program Studi D-IV Teknik Elektronika Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Malang , Jln. Soekarno Hatta no. 9 Malang, Jawa Timur, 65141, Indonesia; e-mail: suhaiminaufal5@gmail.com 2,3 Program Studi D-IV Teknik Elektronika Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Malang , Jln. Soekarno Hatta no. 9 Malang, Jawa Timur, 65141, Indonesia; e-mail: ari.murtono@polinema.ac.id , pakfapyrus@yahoo.com Sistem Mesin Roasting Kopi Guna Peningkatan Kualitas Produk Petani Berbasis Mikrokontroller Dengan Metode PID Muhammad Naufal Suhaimi 1 , Ari Murtono 2 , Fathoni 3 [Submission: 30-12-2021, Accepted: 26-04-2022] Abstract—Indonesian people's interest in processed coffee products is getting higher, therefore the demand for coffee for farmers is increasing, so that supporting tools are needed that can make it easier for farmers to improve the quality of farmers' products which are expected to increase financially for the farmers themselves. Coffee roasting is basically the process of removing the water in coffee, drying and developing the beans. This tool requires heating a fire whose temperature can be adjusted to remain stable because the temperature greatly affects the level of maturity of the coffee beans. To adjust the servo so that the temperature remains stable, a control is needed. The PID method was chosen as a control method so that the system has an optimal response based on the characteristics at a predetermined setpoint. To determine the results of the PID controller parameters using the Ziegler-Nichols oscillation method. This method was chosen because it can simplify and shorten the parameter search time, the Ziegler Nichols method can have simple formulas. The results of the PID control parameters obtained values Kp= 8.89, Ki= 0.74, dan Kd= 2.98. From this value, the results of the system response are obtained with a delay time value of 12.4 seconds, a rise time of 1025 seconds, a peak time of 1457.12 seconds, and a settling time value of 1667 seconds. From this value the tool system is said to be able to work well and maintain temperature stability according to the setpoint. Keywords— Coffee roasting, Coffee Growers, PID, Ziegler- Nichols . oscillation method. Intisari— Minat masyarakat Indonesia tehadap produk olahan kopi semakin tinggi, oleh karena itu permintaan kopi bagi para petani semakin meningkat, sehingga dibutuhkan alat penunjang yang dapat mempermudah petani guna peningkatan kualitas produk petani yang diharapkan dapat meningkatkan financial bagi para petani sendiri. Roasting kopi pada dasarnya merupakan proses mengeluarkan air dalam kopi, mengeringkan dan mengembangkan bijinya. Alat ini membutuhkan pemanasan api yang suhunya bisa diatur untuk tetap stabil dikarenakan suhu sangat berpengaruh pada tingkat kematangan biji kopi. untuk mengatur servo agar suhu tetap stabil diperlukannya sebuah kontrol. Metode PID dipilih sebagai metode kontrol agar sistem memiliki respon yang optimal berdasarkan karakteristik pada setpoint yang sudah ditentukan. Untuk menentukan hasil parameter kontroler PID ini menggunakan metode osilasi Ziegler-Nichols. Metode ini dipilih karena dapat mempermudah dan mempersingkat waktu pencarian parameter, metode ziegler Nichols dapat memiliki rumus-rumus sederhana. Hasil parameter kontrol PID diperoleh nilai Kp= 8.89, Ki= 0.74, dan Kd= 2.98 dari nilai tersebut didapat hasil respon sistem alat dengan nilai delay time sebesar 12,4 detik, rise time sebesar 1025 detik, peak time sebesar 1457,12 detik, dan nilai settling time 1667 detik. dari nilai tersebut sistem alat dikatakan dapat bekerja dengan baik dan menjaga kestabilan suhu sesuai set point. Kata Kunci— Metode osilasi Ziegler-Nichols, Petani Kopi, PID, Roasting kopi. I. PENDAHULUAN Indonesia merupakan penghasil kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Vietnam, dengan luas area perkebunan kopi mencapai 1,3 juta hektar diantaranya tersebar di Aceh, Sumatra Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTT, Sulawesi Selatan, hingga Papua. Jumlah kebutuhan kopi di Indonesia mencapai 121.107 ton pertahun (Data Kementerian Pertanian, 2013). Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat dikarenakan semakin tingginya minat masyarakat Indonesia tehadap produk olahan kopi salah satunya minuman kopi. Sehingga pengembangan industri pengolahan kopi di dalam negeri memiliki prospek yang sangat baik, mengingat konsumsi kopi masyarakat Indonesia sangat tinggi. [1] Semakin tingginya minat masyarakat Indonesia tehadap kopi, sementara produk petani dirasa masih sangat kurang, para petani masih menggunakan cara tradisional untuk pengolahan biji kopi sendiri. Roasting kopi merupakan salah satu tahapan penting dalam peningkatan mutu biji kopi yang berkualitas, dan diharapkan alat ini dapat membantu petani kopi khususnya di Indonesia ini, untuk meningkatkan kualitas biji kopi yang mereka hasilkan. [2] Selama ini Proses penyangraian petani kopi secara manual, sehingga tidak menghasilkan kopi yang berkualitas cukup baik dikarnakan suhu untuk penyangraian tidak stabil dan adukan masih secara manual. serta kinerja yang dilakukan