Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi Volume 5 No.2, Desember 2019 353 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN SIMULASI PhET TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK SMAN 1 TANJUNG TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Veza Aulia * , Hairunnisyah Sahidu, Gunawan Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Mataram *Email: vezaaulia@gmail.com DOI: http://dx.doi.org/10.29303/jpft.v5i2.1543 Abstract - This research is aimed to determine the effect of guided-inquiry learning model using PhET simulation on creativity at SMAN 1 Tanjung of academic year 2019/2020. This research is quasi- experimental with non-equivalent control group design. The population of this research is all student of grade XI SMAN 1 Tanjung of academic year 2019/2020, while the sampling technique used purposive sampling, while the sampling are the student of grade XI MIPA 2 as the experimental group and the student of grade XI MIPA 1 as control group. Creativity data be measured on creativity test which the type test used 7 essay. The research hypothesis was tested using t-test independent. The result of t-test show that tobtained>ttable. It means that there is the effect of guided-inquiry learning model using PhET simulation on creativity at SMAN 1 Tanjung of academic year 2019/2020. Keywords: guided-inquiry model, PhET simulation, creativity. PENDAHULUAN Fisika merupakan salah satu cabang ilmu IPA (sains) memiliki hakekat yakni fisika sebagai produk (a body of knowledge), fisika sebagai sikap (a way of thinking) dan fisika sebagai proses (Hikmawati & Gunada, 2013). Ilmu fisika dapat mengungkap rahasia alam dan dapat menemukan penemuan-penemuan baru berupa teknologi terapan yang bermanfaat bagi kehidupan. Fisika merupakan ilmu fundamental yang menjadi suatu tulang punggung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari (Young & Freedman, 2001). Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat seiring dengan perubahan waktu. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran (Munir, 2008). Proses belajar mengajar memerlukan suatu model pembelajaran yang termasuk dalam rumpun model-model pemrosesan informasi yang menekankan bagaimana seseorang berfikir dan dampaknya terhadap cara-cara mengolah informasi (Trianto, 2010). Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dapat diketahui bahwa kondisi lingkungan belajar di SMAN 1 Tanjung mengalami gangguan akibat adanya bencana alam gempa bumi yang terjadi. Dampak yang paling besar pengaruhnya terletak pada kondisi psikis peserta didik yang mengalami trauma untuk belajar di sekolah khususnya untuk berada didalam ruangan kelas, akibatnya, konsentrasi dan hasil belajar peserta didik mengalami penurunan. Adapun dampak lainnya yaitu guru cenderung kesulitan dalam mengatur jam pelajaran dan menyesuaikan dengan materi pelajaran yang begitu luas sehingga terjadi keterlambatan dalam penyampaian materi yang telah direncanakan sebelumnya. Materi yang seharusnya menggunakan metode percobaan juga menjadi terhambat akibat kondisi ruangan laboratorium yang rusak sehingga keterampilan-keterampilan yang menjadi tujuan pembelajaran tidak tercapai. Salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat digunakan untuk