Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 22, No. 1 (2021) 16 23 (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) 16 Morfologi dan Tingkat Ekspresi Molekuler Mamosfir Asal Sel Kelenjar Susu Macaca fascicularis yang Diiradiasi Sinar Gamma Sebagai Model Onkogenesis Iin Indriawati 1* , Fitriya Nur Annisa Dewi 1 , Silmi Mariya 1 , Iin Kurnia Hasan Basri 3 , Teja Kisnanto 3 , Dwi Ramadhani 3 , Irma Herawati Suparto 1,2 1 Pusat Studi Satwa Primata, Institut Pertanian Bogor, Jalan Lodaya II/ 5 Bogor 16151, Indonesia 2 Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor, Kampus Dramaga, Jalan Raya Dramaga Bogor, Indonesia 3 Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) BATAN, Jl. Lebak Bulus Raya No. 49, Jakarta, Indonesia * Corresponding author: e-mail: indriawati.iin@gmail.com Received: 05-01-2021 Received in revised form: 12-06-2021 Accepted: 21-06-2021 DOI : 10.17146/jstni.2021.22.1.6141 Keywords: Iradiasi sinar gamma, Macaca fascicularis, mamosfir, onkogenesis Abstract: Sel punca memiliki peran penting dalam perkembangan jaringan normal maupun onkogenesis, termasuk pada kejadian kanker payudara. Keterkaitan sel punca dan pembentukan kanker payudara perlu diteliti agar dapat ditemukan metode pencegahan dan terapi baru yang efektif. Teknik kultur mamosfir telah terbukti memperkaya populasi sel punca pada sel kelenjar susu manusia dan satwa primata. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model onkogenesis kelenjar susu secara in-vitro dengan induksi sinar gamma pada kultur mamosfir yang berasal dari kelenjar susu monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Analisis morfologi sfir dan uji imunofluoresensi untuk γ-H2AX dilakukan setelah pajanan iradiasi 4 Gy selama 62 detik pada kultur mamosfir. Penanda molekuler sel punca dewasa dan sel punca kanker dievaluasi menggunakan qRT-PCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iradiasi sinar gamma menimbulkan kerusakan DNA (double strand break) di dalam sel-sel penyusun mamosfir. Pajanan radiasi juga mengubah morfologi sfir. Ekspresi penanda untuk sel punca dewasa kelenjar susu (CD49f atau Integrin Alpha 6; ITGA6) dan sel punca kanker (CD133 atau Prominin-1; PROM1 dan CD44) lebih tinggi pasca iradiasi dibandingkan dengan kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa kultur mamosfir iradiasi yang berasal dari kelenjar susu monyet berpotensi dikembangkan sebagai model in-vitro untuk studi onkogenesis, terutama yang berkaitan dengan deregulasi sel punca dan risiko kanker payudara. PENDAHULUAN Kanker payudara merupakan kanker yang paling umum terjadi pada wanita dan penyebab kematian tertinggi pada wanita di seluruh dunia (1). Kanker ini berasal dari transformasi sel epitel kelenjar susu yang ditemukan pada saluran atau lobus kelenjar penghasil susu. Kelenjar susu mengandung sel punca dewasa yang bersifat multipoten, memiliki kemampuan self renewal dan diduga merupakan target utama transformasi untuk menjadi kanker payudara (2). Salah satu mekanisme yang diduga berperan dalam onkogenesis pada jaringan payudara adalah deregulasi sel punca kelenjar susu menjadi sel punca kanker karena keduanya memiliki jalur regulator molekuler yang sama (3) (4). Penelitian tentang sel punca kelenjar susu sangat diperlukan untuk memahami patogenesis kanker payudara dan mengembangkan strategi pencegahan dan pengobatannya. Salah satu faktor risiko terjadinya kanker adalah pajanan radiasi. Radiasi dengan dosis dan laju tertentu dapat menyebabkan kerusakan DNA seperti perubahan basa, cross linking, dan pemutus ikatan kromosom yang menyebabkan mutasi (5) (6). Sinar gamma adalah bentuk radiasi pengion frekuensi tinggi, memiliki energi yang cukup untuk menghilangkan elektron (mengionisasi) dari atom atau molekul. Molekul terionisasi bersifat tidak stabil dan cepat mengalami perubahan kimiawi. Berbagai studi menunjukkan bahwa pajanan radiasi sinar gamma menyebabkan kerusakan DNA, khususnya kerusakan untai ganda (double strand break/DSB) DNA dan mekanisme reparasinya (7) (8). Akibatnya, terjadi kerusakan pada proses komunikasi sel pada