Asbab Wurud Al-Hadis Muahmmad Ali | 83 TAHDIS Volume 6 Nomor 2 Tahun 2015 ASBAB WURUD AL-HADITS Muhammad Ali Prodi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik UIN Alauddin Makassar E-mail: ali_muhammad@gmail.com Abstrak Artikel ini membahas mengenai asbab wurud al-hadits. Sebagai salah satu disiplin ilmu dalam studi hadis, asbab al-wurud mempunyai peranan yang sangat signifikan dalam rangka memahami maksud suatu hadis secara lebih baik. Pemahaman yang mengabaikan asbab al-wurud, cenderung dapat terjebak kepada arti tekstual saja dan bahkan dapat membawa pemahaman yang keliru. Melalui metode analisis isi penulis menarik kesimpulan bahwa dari beberapa definisi asbab al- wurud yang telah dikemukakan oleh para ulama dapat disimpulkan bahwa pengertian asbab al-wurud tersebut lebih mengacu pada asbab al-wurud al-khash (asbab al-wurud mikro). Di antara fungsi dari mengetahui asbab al-wurud adalah untuk menentukan ada tidaknya takhsish dalam suatu hadis yang umum, membatasi kemutlakan suatu hadis, merinci yang masih global, menentukan ada tidaknya nasikh-mansukh dalam hadis, mejelaskan ‘illat ditetapkannya suatu hukum, dan menjelaskan hadis yang sulit dipahami (musykil). Kata Kunci: Asbab, al-Wurud, al-Hadis, nasikh, mansukh I. Pendahuluan Hadis atau sunnah 1 merupakan salah satu sumber ajaran Islam yang menduduki posisi sangat signifikan, baik secara struktural maupun fungsional. Secara struktural menduduki posisi kedua setelah Alquran, namun jika dilihat secara fungsional, ia merupakan bayan (eksplanasi) terhadap ayat-ayat Alquran yang 1 Jumhur ulama hadis menyamakan istilah hadis dengan sunnah, Muhammad’Ajjaj al-Khatib, Usul al-Hadis ‘Ulumuhu wa Mustalahuhu (Beirut: Dar al- Fikr, 1989), h. 25. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by E-Jurnal UIN (Universitas Islam Negeri) Alauddin...