Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia Volum 6 Nomor 1 bulan Maret 2021. Page 19-23 p-ISSN: 2477-5967 e-ISSN: 2477-8443 19 Jurnal Pendidikan Matematika is licensed under A Creative Commons Attribution-Non Commercial 4.0 International License ANALISIS KEMAMPUAN SPASIAL MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI TEORI BRUNER PADA MATERI DIMENSI TIGA KELAS X MAS YASTI SINGKAWANG Wahyu Soraya 1) , Citra Utami 2) , Resy Nirawati 3) 1) STKIP Singkawang, Singkawang, Indonesia E-mail: wahyusoraya05@gmail.com 2) STKIP Singkawang, Singkawang, Indonesia E-mail: citrautami1990@gmail.com 3) STKIP Singkawang, Singkawang, Indonesia E-mail: resynirawaty@gmail.com Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan spasial matematis siswa. Penelitian ini dilaksanakan di MAS Yasti Singkawang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif. Pendekatan penelitian adalah pendekatan penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MAS Yasti Singkawang berjumlah 30 orang. Objek dalam penelitian ini adalah kemampuan spasial matematis siswa pada materi dimensi tiga, kemampuan awal siswa dan tahapan teori bruner (ikonik dan simbolik). Instrumen pengumpulan data berupa tes kemampuan spasial dan wawancara yang disesuaikan dengan indikator kemampuan spasial matematis siswa dan telah diujikan dengan validitas isi, validitas konstruk, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik persentase skor kemampuan awal dan kemampuan spasial matematis siswa, pendeskripsian data tiap butir soal dan wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu 1) Kemampuan spasial (KS) matematis siswa dilihat dari kemampuan awal (KA) yaitu: untuk KA tinggi siswa memperoleh KS dengan rata-rata nilai sebesar 65,4 (kategori tinggi), untuk KA sedang siswa memperoleh KS dengan rata-rata nilai sebesar 46 (kategori sedang), dan tidak ada siswa yang memperoleh KA rendah. 2) KS matematis siswa dilihat dari teori bruner (tahapan ikonik, dan simbolik) pada materi dimensi tiga yaitu untuk subjek ber KS tinggi, siswa kurang dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan tahap ikonik tetapi mampu dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan tahap simbolik, untuk subjek ber KS spasial sedang, siswa kurang dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan tahap ikonik tetapi mampu dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan tahap simbolik, untuk subjek ber KS rendah, siswa kurang dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan tahap ikonik dan kurang dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan tahap simbolik. Kata Kunci : Kemampuan Spasial, Teori Bruner, Analisis, Dimensi Tiga. I. PENDAHULUAN Matematika merupakan ilmu terstruktur yang terorganisasikan. Hal ini sejalan dengan pendapat Johnson dan Rising (dalam Leonart dan Supriyati, 2011:157) menyatakan bahwa matematika merupakan pengetahuan struktur yang terorganisasikan sifat-sifat atau teori-teori itu dibuat secara deduktif berdasarkan kepada unsur-unsur yang didefinisikan atau tidak terdefinisi. Konsep-konsep matematika tersusun secara hierarkis, terstruktur, logis, dan sistematis mulai dari konsep yang paling sederhana sampai pada konsep yang paling kompleks. Oleh karena itu untuk mempelajari matematika, konsep sebelumnya yang menjadi prasyarat, harus benar-benar dikuasai agar dapat memahami topik atau konsep selanjutnya. Salah satu cabang dari ilmu matematika yang diajarkan dari sekolah dasar hingga sekolah menengah adalah geometri. Geometri juga merupakan bidang penting dari matematika. Berdasarkan NCTM (2000) ada lima standar isi dalam matematika yaitu: bilangan dan operasinya, aljabar, geometri, pengukuran, serta analisis data dan peluang. Kemampuan yang dominan pada geometri salah satunya adalah kemampuan spasial. Piaget & Inhelder 1971 (dalam Oktaviana, 2016:347) menyatakan bahwa kemampuan spasial sebagai konsep abstrak yang didalamnya meliputi hubungan visual (kemampuan untuk mengamati hubungan posisi objek dalam ruang), kerangka acuan (tanda yang dipakai sebagai patokan untuk menentukan posisi objek dalam ruang), hubungan proyektif (kemampuan untuk melihat objek dari berbagai sudut pandang), konservasi jarak (kemampuan untuk memperkirakan jarak antara dua titik), representasi visual (kemampuan untuk mempresentasikan hubungan visual dengan memanipulasi secara kognitif), rotasi mental (membayangkan perputaran objek dalam ruang). Menurut Maier (dalam Fajri, 2016:182) kemampuan spasial dibagi menjadi lima dimensi yaitu: a) dimensi kemampuan persepsi, b) dimensi kemampuan visualisasi, c) dimensi kemampuan rotasi, d) dimensi kemampuan relasi, dan e) dimensi kemampuan orientasi. Dari kedua pendapat diatas tentang pengertian kemampuan spasial, dapat ditarik kesimpulan bahwa kemampuan spasial adalah kemampuan mental yang bersangkutan dengan pemahaman, memanipulasi, merotasi, dan menafsirkan hubungan visual. Berdasarkan definisi tersebut dapat kita lihat bahwa kemampuan spasial sangat penting dalam