Warta Kebun Raya 19 (2), November 2021 7 KEPEL (Stelechocarpus burahol (Blume) Hook & Thompson), BUAH LANGKA KHAS KERATON YOGYAKARTA: SEBUAH KOLEKSI KEBUN RAYA PURWODADI Melisnawati H. Angio*, Elok Rifqi Firdiana Kebun Raya Purwodadi, Pusat Riset Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya BRIN email: melisbio08@gmail.com Kepel is a common name for Stelochocarpus burahol, a plant that spreads naturally in Indonesia. It is a member of Annonaceae with fruit the size of a hand or kepel (Javanese) hence it is called kepel. The plant commonly found in the Special Region of Yogyakarta (a territory ruled by the Sultan), and is designated as a Flora of Provincial Identity. In ancient times kepel was considered as a plant of the royal household. Besides its small flesh the fruit was economically less prospective thus not too attractive to locals. Therefore its current population is quite limited and has begun to be rarely found. Recent studies have shown that the species has potential as medicinal plants for its antioxidant, antifungal, and antiseptic properties. This added value is expected to attract people’s interest to put investment on the plant’s potential future use as well as improving its conservation status. PENDAHULUAN Kepel (Stelechocarpus burahol (Blume) Hook.f & Thomson) adalah tanaman yang diyakini sebagai salah satu jenis tanaman buah asli dari Indonesia, karena memiliki persebaran alami di Indonesia, terutama di Pulau Jawa, khususnya di daerah Yogyakarta. Tanaman kepel dianggap sebagai salah satu flora yang memiliki nilai filosofi bagi masyarakat Yogyakarta sehingga ditetapkan sebagai flora identitas Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Keputusan Gubernur Kepala DIY No. 385/KPTS/1992 tentang Penetapan Flora dan Fauna Daerah Propinsi DIY (Kehati Jogya, 2021). Nama kepel sendiri diambil karena tanaman tersebut memiliki bentuk dan ukuran buah sebesar kepalan tangan manusia. Selain kepel, tanaman ini juga dikenal sebagai kecindul, simpol, cindul (Jawa), burahol, turalak (Sunda) sedangkan di Inggris dikenal dengan sebutan keppel apple (Mogea dkk., 2001). DESKRIPSI MORFOLOGI Kepel merupakan salah satu tanaman anggota suku Annonacecae yang memiliki habitus pohon dengan tinggi mencapai 6-20 m, batang lurus berwarna cokelat tua dengan permukaan yang tidak rata karena terdapat benjolan-benjolan bekas bunga dan buah, diameter mencapai 50 cm pada usia pohon dewasa. Tajuk berbentuk kerucut seperti payung tertutup dengan percabangan hampir tegak lurus dengan batang utama. Daun tunggal (folium simplex) berbentuk jorong me-manjang (elliptico-oblongus) dengan panjang 10-28 cm dan lebar 4-10 cm. Bunga berkelamin tunggal, berwarna kuning kehijauan dan mengeluarkan bau yang cukup harum. Bunga jantan terdapat pada batang atas dan cabang yang lebih tua, mengelompok 8-16 bunga. Bunga betina hanya terdapat pada batang bagian bawah. Buah berbentuk bulat seperti kepalan tangan, berwarna kecokelatan dengan permukaan halus tanpa duri, diameter 4-7 cm, berbiji empat atau lebih dan berbentuk Buah kepel koleksi Kebun Raya Purwodadi ABSTRACT