326 P- ISSN 0854-3461, E-ISSN 2541-0407 MUDRA Jurnal Seni Budaya Volume 36, Nomor 3, September 2021 p 326 - 333 Nilai Budaya Dalam Pembuatan Kuih-Muih Tradisional Etnik Brunei Di Sabah Surayah Hj Bungsu¹, Humin Jusilin² ¹Universiti Malaysia Sabah, SMK Weston Beaufort. ²Universiti Malaysia Sabah rinnsuraya_rsb@yahoo.com Sabah memiliki lebih dari 35 etnis atau ras yang mendasari keragaman adat dan budaya, sehingga menciptakan keunikan dan kompleksitas identitas, budaya, flosof dan pemikiran masing-masing etnis. Masyarakat Brunei dalam penelitian ini terkenal dengan kue tradisionalnya dalam berbagai rupa, bentuk dan rasa yang diwariskan secara turun temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai budaya etnis Brunei dalam pembuatan kue tradisional yang mencerminkan identitas etnis Brunei. Pengetahuan dan keterampilan lokal dari aspek pembuatan kue tradisional etnis Brunei merupakan bagian dari flosof dan pemikiran kreatif yang secara tidak langsung menjadi identitas dan identitas budaya yang perlu dikaji. Lokasi penelitian ini melibatkan dua desa etnis Brunei yaitu di Kampung Lubuk dan Kampung Weston yang terletak di distrik Beaufort, Sabah. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan pendekatan yang diperkenalkan oleh Edmund Burke Feldman (1967). Pendekatan ini menyarankan empat tingkat analisis yaitu: Tingkat Deskriptif, Analisis Formal, Interpretasi dan Evaluasi. Setiap elemen seperti teknik pembuatan, bahan dan tampilan kue tradisional akan dibahas sesuai dengan tingkat yang diusulkan untuk menjelaskan nilai adat dan budaya etnis Brunei di Distrik Beaufort. Studi lapangan kualitatif ini menggunakan data penelitian berupa wawancara, observasi dan keterlibatan partisipatif oleh peneliti. Informan dipilih berdasarkan keahlian dan pengalaman mereka dalam membuat kue tradisional serta pengetahuan mereka tentang adat istiadat dan upacara budaya etnis Brunei. Penelitian ini menemukan bahwa pembuatan kue tradisional etnis Brunei menampilkan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas etnis Brunei yang perlu dilestarikan. Kata kunci: etnis brunei, nilai budaya, manufaktur, identitas, kue tradisional. Cultural Value In The Making Of Brunei Ethnic Traditional Cake In Sabah Sabah recorded more than 35 ethnic groups or races that underpin the diversity of customs and cultures, further creating the uniqueness and complexity of identity, culture, philosophy, and thought of each ethnic group. The Brunei ethnic group in this study is famous for its traditional cakes in various forms, shapes, and favors inherited from generation to generation. The objective of this study is to reveal the cultural values of Brunei ethnicity in the making of traditional cakes that refect the ethnic identity of Brunei. Local knowledge and skills from the aspect of making traditional Brunei ethnic cakes are part of the philosophy and creative thinking that indirectly become the identity and cultural identity that needs to be studied. The location of this study involved two ethnic Brunei villages, namely in Kampung Lubuk and Kampung Weston located in Beaufort district, Sabah. The data in this study were analyzed using the approach introduced by Edmund Burke Feldman (1967). This approach proposes four levels of analysis namely: Level of Description, Formal Analysis, Interpretation, and Evaluation. Each element such as manufacturing techniques, materials, and appearance of traditional cakes will be discussed according to the proposed level to explain the values and customs of Brunei ethnicity in Beaufort District. This qualitative feld study uses research data such as interviews, observations, and participant participation by researchers. The informants selected were based on their expertise and experience in making traditional cakes as well as their knowledge of Brunei customs and cultural customs. This study found that the making of traditional Brunei ethnic cakes displays the cultural values that are the Brunei ethnic identity that needs to be preserved. Keywords: ethnic brunei, cultural values, manufacturing, identity, traditional cakes. Proses Review : 1 - 20 Mei 2021, Dinyatakan Lolos: 15 Juli 2021