Volume VII, No.4, Oktober 2022 Hal 4142 - 4150 4142 p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 Analisis Tingkat Pengetahuan Pelaku Usaha Bengkel Motor terhadap Limbah Oli dan Upaya Pengurangannya di Kota Kendari Wa Alimuna 1* , Asramid Yasin 2 , Ira Ryski Wahyuni 3 , Junartin Teke 4 , La Ode Muhammad Erif 5 1 Jurusan Tadris Biologi, Institut Agama Islam Negeri Kendari Indonesia 2,4,5 Jurusan Ilmu Lingkungan, Universitas Halu Oleo, Kendari Indonesia 3 Jurusan Kimia, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Bandung Indonesia *Koresponden email: waalimuna@iainkendari.ac.id Diterima: 23 September 2022 Disetujui: 24 Oktober 2022 Abstract The workshop business will produce waste that is not managed properly, it will have an impact on the environment and humans. Knowledge and attitude of workshop mechanics can influence the behaviour of workshop mechanics in managing B3 waste generated from motorcycle repair businesses. This study aims to determine the level of knowledge of mechanics, mechanical attitudes, and patterns of reducing waste in two-wheeled motor vehicle workshops in Kendari City. The method used in this research is a survey method through interviews using a questionnaire. Data analysis is by using the Gutman scale and then the results will be analysed using quantitative descriptive analysis. The results showed that the mechanics of the workshops located in Kendari City in 11 sub-districts mostly had knowledge that was in the doubtful category. Mandonga sub-districts 62%, Kambu sub-districts 61.66%, West Kendari sub-districts 38.66%, Poasia sub-districts 46.33%. Wua-Wua sub-districts 33%, and Puuwatu sub-districts 56.66%. The attitude of mechanics tends to be willing to manage B3 workshop waste, which is found in 8 sub-districts which include Abeli sub-districts 77.97%, Mandonga sub-districts 51.06%, Kambu sub-districts 63.63%, Baruga sub-districts 54.73%, Kendari sub-districts 76.47%, Puuwatu and Kadia sub-districts 57.14%, and Nambo sub-districts 70.27%. There are only 3 sub-districts that carry out the management process for B3 waste, namely Kambu sub-districts 66.66%, Kendari Barat sub-districts 58.81%, and Puuwatu sub-districts 75%. Keywords: knowledge, attitude, hazardous waste, workshop, Kendari, waste management Abstrak Usaha perbengkelan akan menghasilkan limbah yang jika tidak dikendalikan, maka dapat memberikan permasalahan terhadap lingkungan serta manusia. Pengetahuan dan sikap mekanik bengkel dapat mempengaruhi perilaku mekanik bengkel dalam mengelola limbah B3 yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan pola dalam mengurangi limbah perbengkelan kendaraan bermotor roda dua di Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metode survei melalui wawancara menggunakan angket. Penelitian menggunakan analisis data skala Guttman dan skala Likert yang akan dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanik bengkel di Kota Kendari pada 11 Kecamatan sebagian besar memiliki pengetahuan dalam kategori ragu- ragu. Pada enam kecamatan yaitu Kecamatan Mandonga 62%, Kecamatan Kambu 61,66%, Kecamatan Kendari Barat 38,66%, Kecamatan Poasia 46,33%. Kecamatan Wua-Wua 33%, dan Kecamatan Puuwatu 56,66%. Sikap mekanik cenderung bersedia dalam melakukan pengelolaan limbah Bengkel B3 yaitu terdapat pada 8 Kecamatan yaitu Kecamatan Abeli 77,97%, Kecamatan Mandonga 51,06%, Kecamatan Kambu 63,63%, Kecamatan Baruga 54,73%, Kecamatan Kendari 76,47%, Kecamatan Puuwatu Kadia 57,14%, dan Kecamatan Nambo 70,27%. Perilaku pengelolaan limbah B3 melakukan proses pengelolaan yaitu Kecamatan Kambu 66,66%, Kecamatan Kendari Barat 58,81%, dan Kecamatan Puuwatu 75%. Kata Kunci: pengetahuan, sikap, limbah B3, bengkel, pengelolaan limbah, Kendari 1. Pendahuluan Menurut data Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), Kota Kendari selama 2 tahun terakhir mengalami peningkatan yaitu 341.779 jiwa tahun 2019 dan 345.110 jiwa tahun 2020 dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,70%. Pertumbuhan jumlah penduduk memicu semakin meningkatnya jumlah alat transportasi bermotor. Hal ini sesuai dengan data BPS tahun 2020[1] selama 3 (tiga) tahun terakhir yaitu 298.003unit ditahun 2017 mengalami peningkatan ditahun 2019 yaitu sebesar 331.132 unit. Hal ini mendorong semakin meningkatnya jumlah kegiatan usaha perbengkelan yang bertugas dalam melayani jasa perawatan dan perbaikan kendaraan bermotor.