Volume 22, Nomor 1 Tahun 2022, pp.75-83 https://ojs.sttind.ac.id/sttind_ojs/index.php/Sain 75 Relayout tata letak fasilitas produksi untuk meminimalisasi material handling di pabrik tahu tradisional pangkalan Deri Kurniadi 1)* , Awaldi Putra Pratama 2) 12 Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang, Jl. Prof. Dr. Hamka No. 121, Padang, Indonesia deri.kurniadi@gmail.com *Penulis Koresponden ABSTRAK Tata letak rancangan fasilitas produksi bagian dari aspek penting pada perancangan manufaktur. Ketidaktepatan merancang jalur-jalur produksi justru akan menimbulkan ketidakrapian dan kebingungan lalu lintas aliran produk maupun material, sehingga peningkatan efisiensi dan efektivitas produksi tidak akan pernah tercapai. Pada lokasi penelitian ditemukan permasalahan tata letak rancangan fasilitas produksi, yang mana fasilitas yang harusnya berdekatan pada kenyataannya terletak berjauhan. Sehingga menyebabkan kenaikan ongkos material handling. Untuk itu perlu dilakukan relayout tata letak rancangan fasilitas produksi agar memperkecil ongkos material handling. Penyelesaian masalah yang ingin penulis lakukan ialah melakukan relayout tata letah pabrik yang lebih meminimalkan jarak material handling dan menekan ongkos produksi perusahaan dengan metode Systematic Layout Planning (SLP).Setelah dilaksanakan penelitian tentang relayout tata letak rancangan fasilitas produksi untuk meminimalisasi ongkos material handling, dapat ditarik kesimpulan bahwa adanya penurunan ongkos material handling pabrik tahu. Awal ongkos material handling sebesar Rp. 94.785.701,- mengalami penurunan sebesar Rp. 63.765.996,- menjadi sebesar Rp. 31.019.705,-. Kata kunci : Tata Letak, Relayout, Ongkos Material Handling, Jarak ABSTRACT The layout of the production facility is an important aspect of manufacturing design. Inaccuracy in designing production lines, it will lead to clutter and confusion in the flow of products and materials, so that the increase in efficiency and effectiveness of production will never be achieved. At the research location, problems in the layout of production facilities were found, where the facilities that should be close together are in fact located far apart. This causes an increase in material handling costs, therefore it is necessary to relay the layout of the production facilities in order to minimize material handling costs. The solution to the problem that the author wants to do is to relay the factory layout which further minimizes material handling distances and reduces the company's production costs with the Systematic Layout Planning (SLP) method. After conducting research on the relayout layout of production facilities to minimize material handling costs, it can be concluded that the material handling costs of tofu factories have decreased after the relayout was carried out. The initial material handling fee was Rp. 94,785,701, - decreased by Rp. 63,765,996, - to be Rp. 31,019,705, -. Keywords : Layout, Relayout, Material Handling Costs, Distance. diunggah : Mei 2022, direvisi : Juni 2022, diterima : Juni 2022, dipublikasi : Juni 2022 Copyright (c) 2022 Deri Kurniadi, Awaldi Putra Pratama This is an open access article under the CCBY license PENDAHULUAN Pesatnya tingkat kemajuan zaman menyebabkan teknologi di bidang industri semakin meningkat, mulai dari peningkatan teknologi mesin ataupun kebutuhan peralatan perkantoran sampai kebutuhan akan sumber daya manusia. Disamping itu kemajuan teknologi di industri tersebut juga dapat menimbulkan berbagai masalah baru, dan ini akibat dari setiap peningkatan teknologi. Masalah-masalah tersebut setiap zamannya akan dialami