Proceedings of The 2 nd Annual Conference on Islamic Early Childhood Education © 2017 Study Program of Islamic Education for Early Childhood, Faculty of Tarbiyah and Teaching Science, State Islamic University Sunan Kalijaga, Yogyakarta http://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/conference/index.php/aciece/aciece2 Online ISSN (e-ISSN): 2548-4516 Volume 2, August 2017 (9-22) Pembelajaran Al-Qur’an Dengan Metode Ijmaly Untuk Anak Usia Dini Eti Nurhayati IAIN Syekh Nurjati Cirebon Email: etinoorhayatie09@gmail.com Abstract There are many methods of learning the Qur'an for an early childhood that has been known and implemented in society, among other methods: Baghdady, Lamma, Barqy, Iqra, Uktub, Qira'aty, Tilawaty, Integrated Iqra, Classical Iqra, Dirosah, and others. This paper intends to offer the method "ijmaly" as an alternative method, which is different from the existing method. The study of the Qur'an by the method of ijmali is introduced to the children that starting from the sentence/verse as a whole and then specified in order to recognize the letter, not spelled, it is more efficient because it is sufficient only to be introduced by three letters which are representative of 28 letters of hijaiyyah, then given enrichment exercises with examples of meaningful sentences from Arabic or al-Qur'an that containing the letters that have been introduced, both single letters and words to strengthen and improve reading ability. Keywords: Qur’an learning, Early Childhood, Ijmaly method. Pendahuluan Banyak metode pembelajaran al-Qur’an yang telah diperkenalkan dan diimplementasikan untuk para pebelajar pemula, apakah anak usia dini, remaja, bahkan orang dewasa. Beberapa metode tersebut antara lain: Baghdady, Lamma, Barqy,Iqra, Uktub, Qira’aty, Tilawaty, Iqra Terpadu, Iqra klasikal, Dirosah, dan lain-lain Pertama, metode Baghdadyadalah metode tertua yang pernah diterapkan di Indonesia yang berasal dari Irak dengan sistem dieja dan memerlukan waktu yang cukup lama untuk mempelajarinya. Kedua, metode Lammadiciptakan oleh seorang guru al-Qur’an bernama Syahirman dari Kota Padang pada tahun 2004, karena dia merasa tidak puas dengan metode Baghdady dengan sistem dieja dan membutuhkan waktu lama. Metode ini diberikan secara individual dan lebih cepat, hanya dalam waktu 15 kali pertemuan anak mampu membaca dan menulis dengan cara menjiplak dari tulisan al-Qur’an. Ketiga, metode Barqy diciptakan oleh Muhadjir Sulthan, seorang Dosen Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya pada tahun 1965, menggunakan struktur kalimat yang mudah diingat. Tekniknya mengelompokkan huruf hijaiyyah yang bentuknya sama, mengelompokkan huruf yang bunyinya sama, langsung dikenalkan huruf sambung dan huruf tunggal, sedangkan huruf hijaiyyah baru diajarkan di akhir,