Jurnal Destinasi Pariwisata p-ISSN: 2338-8811, e-ISSN: 2548-8937 Vol. 8 No 1, 2020 119 Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Community Based Tourism Di Desa Wisata Waturaka, Kabupaten Ende Michael Rudolfus Sawu a, 1 , Dian Pramita Sugiarti a, 2 1 Michaelrudolfus@gmail.com 1, dian_pramita@unud.ac.id Program Studi S1 Destinasi Pariwisata, Fakultas Pariwisata,Universitas Udayana, Jl. Dr. R. Goris, Denpasar, Bali 80232 Indonesia Abstract Waturaka Tourism Village is a community-based development. Waturaka tourism village has a wealth of natural resource assets and also a very massive culture. Therefore, managing elements of tourism products through the concept of “community based tourismis ideal in an effort to provide economic benefits for local communities, nature and cultural conservation amid the rampant negative conventional mass tourism. This study aims to look at the components of tourism planning and community participation in it to produce philosophical implementation of community-based tourism.Technique used to collect the data in this research is observation, interview as well as literature study. Descriptive qualitative is used as the data analysis technique in this research. The results of this study indicate that, the management of the tourism product component in Waturaka tourism village was managed by community with a very high level of participation (citizen power) on one hand but not on the other. It is because the motive of local people's enthusiasm to develop community-based tourism in terms of awareness of global reality. Suggestions from this research are tourism awareness groups ( Kelompok sadar wisata) are expected to build networks with external parties in the context of the tourism village marketing, the government and non-government organization is expected to continue to empower local communities so as to produce massive competence in the tourism industry in order to provide maximum satisfaction to tourists. Keywords: CBT, Tourism village, participation. I.Pendahuluan Filosofi pariwisata berbasis masyarakat adalah keaktifan partisipasi masyarakat dengan tujuan untuk menghasilkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri melalui pengembangan asset sumber daya pariwisata yang dimiliki. Pariwisata berbasis masyarakat adalah anti tesis dari pariwisata berkelanjutan sebab pariwisata berkelanjutan mengedepankan top down approach sedangkan pariwisata berbasis masyarakat mengedepankan bottom-up approach (Tasci et al,2013). Desa Wisata Waturaka adalah bentuk implementasi suistainable tourism yang dimanifestasikan melalui pariwisata berbasis masyarakat. Pembangunan desa wisata Waturaka diinisiatifkan oleh masyarakat lokal sehingga koheren dengan filosofis pariwisata berbasis masyarakat. Desa Wisata Waturaka dikelola oleh kelompok sadar wisata sehingga teraraah pengelolaannya. Eksistensi Desa Wisata Waturaka tersebut memberikan manifestasi yang sangat signifikan dikarenakan segala aktivitas pariwisata yang berlangsung dikontrol oleh masyarakat lokal sehingga menghasilkan filosofi pariwisata berbasis masyarakat yang mampu dibaca oleh setiap kalangan dengan jelas. Eksistensi desa wisata Waturaka telah mencapai prestasi yang sangat masif karena dijustifikasi sebagai desa wisata alam terbaik versi (Kemendes PDTT RI, 2017). Desa wisata merupakan salah satu program Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI (Kemendes PDTT RI, 2017 dalam Mahagangga, 2018). Hal yang menjadi kasuistiknya adalah desa wisata Waturaka selalu menawarkan produk pariwisata yang dimiliki dengan basis art by destination. Estetika produk pariwisata yang dimiliki adalah karakteristik dari desa wisata tersebut yang merupakan satu kesatuan dari peradaban sebelumnya dan tetap ada sampai peradaban saat ini. Elemen tersebut menghasilkan aspek novelty yang merupakan inti sari dari pariwisata itu sendiri. Desa Wisata Waturaka dikelola oleh masyarakat lokal sehingga keterlibatan masyarakat dalam jangka pendek dan jangka panjang menciptakan prospek pengembangan desa tersebut secara efektif dan efisien. Hal ini pun sebagai anteseden pengelolaan desa wisata itu sendiri. Pengelolaan Desa Wisata Waturaka yang