Prosiding Seminar Nasional Riset Information Science (SENARIS) ISSN: 2686-0260 September 2019 Hal:164-178 Algoritma SHA-256 Untuk Mendeteksi Orisinalitas Citra Digital (Imam Saputra )| 164 Analisa Algoritma SHA-256 Untuk Mendeteksi Orisinalitas Citra Digital Imam Saputra 1 , Surya Darma Nasution 2 STMIK Budi Darma 12 Jl. Sisingamangaraja No. 338, Medan – Sumatera Utara, (061) 7875998 saputraimam69@gmail.com 1 , darmashadow@gmail.com 2 Abstract-In the digital era, changing human habits, one of the changing habits is in applying for someone's job. Before the digital era, applying for a job by sending an application to the address of the destination company. In the digital era, as now, applying for jobs can be done boldly, and sent in softcopy. This softcopy file forms a digital image that can be easily manipulated. How would it be difficult for the receiving committee to determine the original file with the manipulated a file. With the existing questions, we need a technique that can be used to request the originality of the job application file. One technique that can be used is the hash function that exists in cryptography. The hash function is a one-way function that can be used to find a message. If applied to digital images, the originality of the image can be recognized. The algorithm in the hash function used is Secure Hash Algorithm 256 (SHA256) until now this algorithm cannot be solved by cryptanalysts. By applying the Secure Hash Algorithm 256 algorithm, it will make it easier and faster to access the originality of digital images. Keywords : Hash Function, SHA-256, Cryptograhphy, Digital Image Abstrak-Di era serba digital telah mengubah kebiasaan manusia, salah satu kebiasaan yang berubah adalah dalam melamar suatu pekerjaan. Sebelum berada pada era digital, melamar pekerjaan dengan cara mengirimkan berkas lamaran ke alamat perusahaan yang dituju. Di era digital seperti sekarang ini melamar pekerjaan dapat dilakukan secara daring, dan berkas dikirim dalam bentuk softcopy. Berkas dalam bentuk softcopy ini berupa citra digital yang dapat dengan mudah dilakukan manipulasi. Sehingga akan menyulitkan panitia penerima lamaran kerja untuk membedakan berkas yang orisinal dengan berkas yang telah dimanipulasi. Dengan permasalahan yang ada maka dibutuhkan suatu teknik yang dapat digunakan untuk mendeteksi orisinalitas dari berkas lamaran kerja. Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah dengan fungsi hash yang ada dalam kriptografi. Fungsi hash merupakan fungsi satu arah yang dapat digunakan untuk mengetahui otentikasi suatu pesan. Jika diterapkan pada citra digital maka dapat diketahui orisinalitas citra tersebut. Algoritma dalam fungsi hash yang digunakan adalah Secure Hash Algorithm 256 (SHA256), sampai saat ini algoritma ini belum dapat dipecahkan oleh kriptanalis. Dengan menerapkan algoritma Secure Hash Algorithm 256 akan memudahkan dan mempercepat untuk mendeteksi orisinalitas citra digital. Kata Kunci : Fungsi Hash, SHA-256, Kriptografi, Citra Digital 1. PENDAHULUAN Di era yang serba digital telah banyak mengubah kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, berkas-berkas dalam bentuk hardcopy sudah jarang digunakan karena memiliki banyak kelemahan. Salah satunya dalam hal pengiriman berkas yang membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebelum adanya era digital ketika seseorang akan melamar suatu pekerjaan maka berkas lamarannya di kirim dalam bentuk hardcopy, tetapi setelah adanya era digital ini berkas lamaran pekerjaan