Jurnal Informatika Mulawarman Vol. 11, No. 2, September 2016 11 ISSN 1858-4853 SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KELOMPOK DENGAN METODE NOMINAL GROUP TECHNIQUE (NGT) BERBASIS WEB (STUDI KASUS: ORGANISASI GEPAK KORWIL SAMARINDA ULU) Dewi Susanti 1) , Muhamad Azhari 2) , Dyna Marisa Khairina 3) 1,2,3) Program Studi Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Universitas Mulawarman Jalan Barong Tongkok Kampus Gunung Kelua Samarinda, Kalimantan Timur Email : susanti.dewi515@yahoo.com 1) , m4zh4ri@gmail.com 2) , dyna.ilkom@gmail.com 3) ABSTRAK Group Support System (GSS) ialah system pendukung keputusan kelompok yang digunakan untuk menghasilkan alternative solusi dari para anggota untuk rekomendasi seorang manajer dalam menghasilkan keputusan. Metode Nominal Group Technique (NGT) ialah metode yang dikembangkan untuk menghasilkan solusi dengan tingkat efektif yang tinggi baik dari segi membangkitkan ide/gagasan maupun tingkat partisipasi. Web sendiri adalah teknologi jaringan yang menunjang berbagai interaksi social terjalin secara luas. Organisasi Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (GEPAK) ialah organisasi etnis yang memiliki maksud dan tujuan untuk meningkatkan kualitas SDM agar dapat mengelola SDA di Kalimantan. Sehingga Sistem Pendukung Keputusan Kelompok Dengan Metode Nominal Group Technique (NGT) Berbasis Web menjadi system pendukung keputusan yang membantu manajer dari Organisasi GEPAK untuk melakukan rapat dan diskusi secara efektif dan efisien baik dari segi waktu dan biaya. Kata kunci : GSS, Nominal Group Technique (NGT), Web, Organisasi 1. PENDAHULUAN Film merupakan salah satu media komunikasi modern yang efektif berbentuk audio visual dan sifatnya sangat kompleks. Film merupakan hasil karya yang sangat unik dan menarik, karena menuangkan gagasan dalam bentuk gambar hidup sekaligus sebagai informasi yang dapat menjadi alat penghibur, propaganda, juga sebagai politik, serta dapat menjadi sarana rekreasi dan edukasi yang layak dinikmati oleh masyarakat. Di sisi lain, film juga dapat berperan sebagai penyebarluasan terhadap nilai budaya. Tetapi dalam pembuatan film harus memiliki daya tarik tersendiri, sehingga pesan moral yang akan disampaikan bisa ditangkap oleh penonton. Film disebut sebagai sinema atau gambar hidup yang diartikan sebagai karya seni dan merupakan bentuk populer dari hiburan, produksi industri atau barang bisnis. Film sebagai karya seni yang lahir dari proses kreatifitas yang menuntut kebebasan berkreativitas. Film biasa dikategorikan menurut genrenya. Sebuah film bisa juga memiliki lebih dari satu genre. Ada beberapa macam yang dikenal oleh masyarakat luas. Beberapa contohnya adalah genre film action, animation, comedy, musical, science- fiction, dan horror. Ada beberapa unsur lain yang memuat berbagai informasi mengenai film itu sendiri, misalnya judul film, tahun rilis, sinopsis, pemain, direktor, penghargaan, durasi, poster dan catatan film. Seiring berkembangnya teknologi dewasa ini, perkembangan film bergerak sangat cepat dari gambar bergerak, teknologi yang memadukan gambar dan suara, teknologi film berwarna sampai ditemukannya teknologi DVD (Digital Versatile Disc). Hingga saat ini film berbentuk file lebih populer karena sangat mudah didapatkan dan praktis dalam penggunaannya, sehingga banyak digemari masyarakat dan menjadikan popularitas film semakin meningkat. Banyak kolektor film yang memanfaatkan keadaan ini dengan mengkoleksi lebih banyak film. Masalah yang timbul sebagai kolektor adalah bagaimana cara memanajemen setiap film berdasarkan genre atau tahunnya, serta menambahkan catatan informasi dari setiap film. Berdasarkan latar belakang tersebut maka akan dibuat aplikasi sistem informasi yang memudahkan manajemen koleksi film menggunakan teknik web scrapping. 2. TINJAUAN PUSTAKA a. Film Film adalah selaput tipis yang dibuat dari seluloid untuk tempat gambar negatif (yang akan dibuat potret) atau untuk tempat gambar positif (yang akan dimainkan di bioskop). Film juga diartikan sebagai lakon (cerita) gambar hidup [1]. Film memiliki banyak keunggulan. Film mampu menampilkan objek yang tidak bisa dilihat secara mata telanjang. Film mampu memvisualkan objek yang terlalu besar, objek yang sangat kecil, memperlambat gerakan objek yang terlalu cepat atau sebaliknya, mempercepat gerakan objek yang terlalu lambat. Dengan teknologi efek, animasi dan tata suara tertentu, film mampu memberikan kesan lebih dramatis daripada kejadian yang sebenarnya. Singkat kata, dengan film sesuatu yang tidak mungkin jadi sangat mungkin [2].