Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia 2017 STMIK AMIKOM Yogyakarta, 4 Februari 2017 ISSN : 2302-3805 1.2-259 SIMULASI PENDETEKSI AMBANG BATAS GETARAN VERTIKAL BERBASIS MIKROKONTROLER SEBAGAI INDIKATOR KENYAMANAN DAN KEAMANAN PENGENDARA PADA KENDARAAN BERMOTOR Alfan Yuli Wicaksono 1) , Haris Ilman Fiqih 2) , Mohamad Imam Ramadhan 3) Isman Djulfi 4) , Setya Wijayanta 5) 1), 2), 3) Teknik Keselamatan Otomotif 4) Teknik Mesin Universitas Indonesia Depok Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Tegal Jl. Perintis Kemerdekaan No 17, Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah 52125 Email : alfanyuli@ymail.com 1) , harisilmanfiqih0794@gmail.com 2) , mohamadimamr27@gmail.com 3) isman_djulfi@yahoo.co.id 4) , s.wijayanta@gmail.com 5) Abstrak Keselamatan serta kenyamanan berkendara merupakan bagian yang sangat pokok seiring dengan berkembangnya teknologi. Kelayakan kendaraan untuk dapat beroperasi tidak pernah lepas dari perawatan yang rutin dilakukan. Segala jenis noise serta getaran yang dapat membahayakan kesehatan sering dirasakan pengemudi. Terdapat nilai ambang batas dalam getaran (Hertz) yang dapat diterima oleh pengemudi dan sudah ada penelitian terhadap penentuan terhadap nilai ambang batas. Faktor penyebab yang sangat sering dirasakan oleh pengemudi terhadap getaran adalah di bagian kaki-kaki kendaraan (onderstel). Untuk mengantisipasi terhadap kerusakan bagian kendaraan tersebut dan kesehatan oleh pengemudi maka diperlukanlah suatu sistem pemberi informasi terhadap getaran yang terjadi apabila melewati ambang batas dan sebagai indikator untuk mengetahui terjadi keusakan di bagian kaki-kaki kendaraan. Dalam penelitian ini disimulasikan dengan rancang bangun menggunakan software simulasi elektronika. Sistem ini bekerja saat terjadi getaran yang melebihi ambang batas terhadap kesehatan tubuh pengemudi. Sistem ini terdiri sensor getaran (Vibration sensor) sebagai input dan sistem informasi berupa LCD yang menampilkan keadaan akibat getaran yang melebihi ambang batas yang dikontrol secara otomatis oleh Mikrokontroler Atmega16. Hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan penggunaan software ISIS Profesional 7, sistem pendeteksi getaran dapat disimulasikan dengan baik. Simulasi ini dapat pula direalisasikan sebagai produk nyata dan dapat diimplementasikan guna menunjang keselamatan dan kesehatan dalam berkendara. Kata kunci: Getaran, Vibration sensor, Mikrokontroler, LCD. 1. Pendahuluan Keselamatan dan kenyamanan dalam berkendara menjadi hal yang sangat diinginkan oleh setiap masyarakat. Salah satu kendala yang timbul dalam berkendara adalah terjadinya getaran mekanis, Getaran Mekanis didefinisikan sebagai getaran-getaran yang ditimbulkan oleh alat-alat mekanis[1]. Sebagian dari getaran tersebut sampai kepada tubuh pekerja, sehingga menimbulkan akibat-akibat yang tidak diinginkan. Getaran mekanis dapat berresonansi dengan tubuh, apabila frekuensi getaran sama dengan frekuensi alami tubuh manusia, maka resonansi tersebut dapat mempengaruhi konsentrasi kerja, mempercepat terjadinya kelelahan, dan menimbulkan gangguan kesehatan mata, syaraf, otot, dan lain sebagainya Pengaruh getaran yang melewati ambang batas terhadap manusia khususnya pengemudi akan mengakibatkan turunnya ketajaman penglihatan dan kemampuan mengikuti lintasan berkendara[2]. Penurunan konsistensi keakuratan pengendalian dari gerakan otot, serta kemampuan syaraf seperti monitoring, menginterpretasi bentuk, waktu reaksi akan terganggu. Terdapat batasan terhadap getaran vertikal melalui satuan getaran (Hertz) yang dijadikan tolak ukur untuk membuat simulasi peringatan apabila getaran mencapai atau melewati ambang batas. Dengan adanya sistem pendeteksi getaran ini memungkinkan para pengendara atau pemilik kendaraan untuk selalu mengendarai kendaraan dengan keamanan, kenyamanan dan mengutamakan keselamatan berkendara. metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi sederhana. Gambar 1. Diagram alir penelitian