Agripet Vol 15, No. 1, April 2015 7 Kualitas dan Efisiensi Serapan N pada Centrosema pubescens (centro) dan Pueraria phaseoloides (puero) Akibat Pemberian Pupuk Iodine (The quality and absorption efficiency of N at Centrosema pubescens (centro) and Pueraria phaseoloides (puero) cause add of iodine fertilizer) Adriani Darmawati 1 , Syaiful Anwar 1 dan Irwan Hermanan 1 1 Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro ABSTRACT The aimed of the experiment was to know the effect of iodine fertilizer when applied to the soil on the quality and the efficiency of Nitrogen absorption of legume. Centrosema pubescens (Centro) and Pueraria phaseoloides (Puero), soil from Tenbalang, manure, an organic fertilizer ( N,P,K and KI ). H2SO4 solution, aquades, HCL, NaOH, indikator MR+MB, and blanko solution. The experiment also used 24 pot for plantation with 10 kg capacity , analytic balance etc. The experiment used 4 x 2 factorial completely randomized design. The first factor were Centro (Centrosema pubescens)- (L1) and Puero (Pueraria phaseoloides)- (L2) and the level of iodine fertilizer (I0) without iodine, I1 (iodine 5 kg/ha), I2 (iodine 10 kg/ha) and I3 (iodine 15 kg/ha) were the second factor. Application of iodine fertilizer has no significant result, to nitrogen absorption, nitrat reductase activity, crude protein contain, and fibre. In the other hand, the interaction between legume and iodine has significantly result on the efficient and absorption of nitrogen, crude protein. The conclusion showed that puero was more responsive than centro, however centro was more potential in efficiency and absorption of N and crude protein. Key word : Centro, puero, the efficiency of absorption, quality, iodine fertilizer. 2015 Agripet : Vol (15) No. 1 : 7-12 PENDAHULUAN 1 Fertilitas ternak adalah salah satu hal yang mendorong keberhasilan suatu peternakan. Salah satu penyebab infertilitas adalah ternak kekurangan iodin. Daerah-daerah endemik gondok biasanya penduduk maupun ternaknya kekurangan iodin. Kekurangan iodine pada ternak akan menyebabkan hasil produksi ternak menurun, karena gangguan pertumbuhan, infertilitas, abortus atau “early embryonic death”, juga menurunnya hasil telur pada ayam (McDonald et al., 1991). Penggunaan garam blok yang disajikan untuk ternak hanya mengandung antar 40-850 mg iodin/kg. Akan tetapi cara ini sangat tergantung pada petugas serta keakuratan kadar iodin yang ada dalam garam; maka dari itu salah satu cara yang dapat ditempuh untuk memenuhi kebutuhan iodin ternak adalah dengan melakukan penambahan iodin melalui pemupukan. Rendahnya kandungan iodine di daerah pegunungan akibat iodine mudah terlarut oleh Corresponding author : adrianidarmawati@gmail.com pengkikisan air hujan, sehingga munculnya tanda-tanda kekurangan iodine lebih sering terlihat pada masyarakat atau ternak di daerah pegunungan dibanding di daerah pantai, walaupun tidak menutup kemungkinan ada tanda-tanda kekurangan iodine pada daerah pantai (Bachtiar, 2009). Kadar iodine pada tanah bervariasi dengan kisaran antara 1,8 sampai 8,5 μg/l. Apabila kadar iodine tanah rendah maka kandungan iodine tanaman yang tumbuh pada tanah tersebut juga rendah (Bambang dan Inong, 2001). Legume adalah salah satu hijauan pakan yang kaya akan gizi, walau pemberian legume tidak dapat 100 %. Centrosema pubescens (centro) dan Pueraria phaseoloides (puero) adalah legume yang sering diberikan pada ternak. Kedua legume ini dapat ditanam di tanah kering serta termasuk legum berumur panjang, tumbuh membelit, menjalar. Puero tahan terhadap tanah asam, dan dapat hidup di tanah-tanah berat maupun berpasir serta dapat berfungsi sebagai pencegah erosi. (Reksohadiprodjo, 1994) brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Agripet