VALIDASI METODE POTENSIOMETRI UNTUK PENENTUAN LOGAM TIMBAL (Pb) PADA SAMPEL LINDI Validation of Potentialometry Methods for Determining Lead Metal (Pb) in the Leachate Sample Suheryanto 1 , Zainal Fanani 1 , Lucia Meilina 2 1 Jurusan Kimia FMIPA Universitas Sriwijaya 2 Alumni Jurusan Kimia FMIPA Universitas Sriwijaya Jl. Palembang-Prabumulih Km 32 Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan email: suheryanto_mhg254@mipa.unsri.ac.id Abstrak Metode Potensiometri untuk penentuan logam timbal (Pb) telah divalidasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan akurasi, presisi, limit deteksi, ketidakpastian pengukuran, dan aplikasinya pada sampel lindi. Pengukuran potensial sel menggunakan elektroda logam timbal sebagai anoda dan sebagai katoda menggunakan elektroda standar Ag/AgCl. Akurasi ditentukan menggunakan Bahan Acuan Tersertifikasi (BAT) IM-13 yang tertelusur ke SRM NIST-USA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode potensiometri untuk penentuan logam timbal terbukti valid dengan akurasi 97,81%, LoD 0,022 mg/L dan LoQ 0,03 mg/L, presisi 0,21% dengan ketelitian RSD < 2 %. Kadar timbal dalam sampel kolam lindi berkisar antara 0,14 ± 6,39x10 -9 mg/L sampai 37 ± 4,34 mg/L. Kata Kunci: validasi, potensiometri, timbal,lindi Abstract The Potentiometry method for the determination of lead metal (Pb) has been validated. The purpose of this study is to determine the accuracy, precision, limit of detection, measurement uncertainty, and its application in leachate samples. Measurement of cell potential using lead metal electrodes as an anode and as a cathode using standard Ag / AgCl electrodes. Accuracy is determined using IM-13 Certified Reference Material (BAT) traced to SRM NIST-USA. The results showed that the potentiometric method for the determination of lead metal was valid with an accuracy of 97.81%, LoD 0.022 mg / L and LoQ 0.03 mg / L, 0.21% precision with RSD accuracy <2%. Lead levels in leachate pool samples ranged from 0.14 ± 6.39x10-9 mgL -1 to 37 ± 4.34 mgL -1 . Keywords : validation, lead, potentiometry, leachate 1. PENDAHULUAN Metoda analisis logam berat khususnya logam timbal pada air lindi, yang selama ini digunakan antara lain Spektrometri Serapan Atom (SSA), Spektrometri Vis, dan ICP (Inductive Couple Plasma). Metode SSA memiliki sensitivitas dan limit deteksi yang rendah, dan akurasi yang sangat baik. Namun, memerlukan preparasi sampel yang cukup lama dan menggunakan bahan kimia seperti berbagai asam kuat yang cukup banyak dan berbahaya bagi pengguna. Penggunaan metode Spektrometri Vis untuk analisis timbal memerlukan reagen pengomplek cukup variatif dan preparasinya memerlukan waktu yang relatif lama. Penggunaan ICP untuk analisis logam berat khususnya timbal, sensitivitas dan akurasinya sangat baik dibanding SSA dan Spektrometri Vis. Keunggulan lain ICP adalah dikenal sebagai metode analisis yang bebas preparasi sampel. Namun demikian, kelemahan metode ICP antara lain biaya operasionalnya dan perawatannya relatif mahal. Oleh karena itu perlu dikembangkan metode alternatif yang memiiki akurasi baik, sensitivitas yang tinggi dan limit deteksi yang rendah, dan biaya operasionalnya murah. Suheryanto dkk (2018) telah mengembangkan metode potensiometri untuk analisis logam tembaga (Cu) dan Kadmium (Cd) pada air lindi. Hasilnya menunjukkan limit deteksi masing masing 0,27 mg/L dan 0,22 mg/L dan akurasinya 91 %. Metode potensiometri telah terbukti memiliki kemampuan deteksi yang rendah seperti halnya metode Spektrometri Serapan Atom (SAA), tetapi perlu divalidasi agar dapat digunakan sebagai metoda baku. Dalam penelitian ini metode potensiometri di gunakan untuk penentuan logam timbal (Pb)