Greensphere: J. Environ. Chem. 2 (1) 2022 1 Doi: Original Article Bakteri Endofit F4 dari Daun Pepaya (Carica papaya L): Potensinya sebagai Penghasil Enzim Ekstraseluler Purbowatiningrum Ria Sarjono 1* , Ismiyarto 1 , Ngadiwiyana 1 , dan Nor Basid Adiwibawa Prasetya 1 1 Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto S.H, Tembalang, Semarang 50275 *Corresponding author: purbowatining@live.undip.ac.id Received: 21 Juni 2022 / Accepted: 23 Juni 2022 Available online: 23 Juni 2022 Abstract Daun pepaya diketahui memiliki aktivitas antibakteri, sehingga bakteri endofit pada daun pepaya diduga memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian sebelumnya telah memperoleh 5 isolat bakteri endofit dari daun pepaya, antara lain F1, F2, F3, F4 dan F5. Bakteri endofit F1, F3, dan F5 telah diketahui aktivitas antibakterinya, sedangkan bakteri endofit F4 belum dieksplorasi aktivitasnya dalam memproduksi enzim ekstraseluler, sehingga pada penelitian ini dilakukan uji kualitatif enzim ekstraseluler pada bakteri endofit F4. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konfirmasi morfologi, data fitokimia kualitatif, dan kemampuan memproduksi enzim ekstraseluler lipase, selulase, protease dan amilase dari bakteri endofit F4. Hasil yang diperoleh adalah isolat bakteri F4 berwarna putih, tepi bulat dan halus berbentuk gram positif dengan morfologi sel tunggal dan berbentuk basil (batang). Bakteri F4 berpotensi mengandung enzim ekstraseluler amilase dan protease. Kata Kunci: bakteri endofit; enzim ekstraseluler; daun pepaya 1. Pendahuluan Daun pepaya merupakan bagian tanaman pepaya yang memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder bersifat antimikroba [1]. Penelitian yang dilakukan oleh [2] menunjukkan bahwa metabolit sekunder pada ekstrak daun pepaya yaitu alkaloid, tanin, saponin, dan steroid mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, Eschericia coli, Salmonella typhi, Pseudomonas aeruginosa, dan Candida albicans. Senyawa metabolit sekunder bersifat antimikroba ternyata juga dapat ditemukan pada bakteri endofit, yaitu bakteri yang hidup dalam jaringan tanaman tanpa memberikan pengaruh negatif bagi tanaman inangnya [3]. Salah satu penelitian yang yang dilakukan oleh [4] menunjukkan bahwa metabolit sekunder bakteri endofit Bacillus sp dan Pseudomonas sp dari daun tanaman Hyptis suaveolens mampu menghambat pertumbuhan Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus, Eschericia coli, dan Candida albicans. Pemanfaatan bakteri endofit untuk memproduksi antimikroba dalam skala besar ternyata lebih efektif dibandingkan tanaman. Hal tersebut dikarenakan siklus hidup bakteri endofit lebih singkat dibandingkan siklus hidup tanaman sehingga dapat menghemat waktu produksi dan tidak memerlukan tempat yang luas. Keuntungan lain yang diperoleh dari pengembangan bakteri endofit adalah dapat menjaga kelestarian tanaman obat, terutama jenis tanaman obat yang langka, agar tidak dieksploitasi secara terus menerus yang akhirnya akan mengakibatkan kepunahan [5]. Penelitian sebelumnya, Ramadhan [6] berhasil mendapatkan 5 isolat bakteri endofit dari daun pepaya yaitu F1, F2, F3, F4 dan F5. Berdasarkan penelitian Sarjono et al. [7] bakteri endofit F4 adalah jenis bakteri Gram positif dengan bentuk sel basil (batang). Senyawa aktif pada metabolit sekunder bakteri endofit F4 adalah alkaloid dan saponin. Aktivitas antimikroba tertinggi adalah pada fase kematian,dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) untuk Escherichia coli, Candida albicans, dan Bacillus subtillis masing- masing adalah 15,5 mg/mL; 16,5 mg/mL dan 16,5 mg/mL dengan difusi cakram metode, sedangkan untuk Aspergillus niger sebesar 0,5 mg/mL dengan metode berat kering. Pada penelitian sebelumnya pada F4 belum dilakukan uji aktivitas dalam menghasilkan enzim ekstraseluler. Pada penelitian sebelumnya pada F4 belum dilakukan uji aktivitas dalam menghasilkan enzim ekstraseluler. Dalam penelitian ini dilakukan konfirmasi pewarnaan Gram dari bakteri endofit F4 dan uji enzim ekstraseluler. Uji enzim dilakukan terhadap amilase, selulase, protease dan amilase yang merupakan enzim jenis pengurai. Greensphere: Journal of Environmental Chemistry ISSN: