Jurnal Mahasiswa Aplikasi Teknologi Komputer dan Informasi Vol. 2 No. 1 Thn 2020, Hal 45-49, E-ISSN : 2685-6565 Kombinasi Metode Pendukung Keputusan untuk Seleksi Penerima Beras Miskin (Raskin) Febri Fella Bella a , Wilda Susant b , Yulvia Nora Marlim c a Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Pelita Indonesia Jl.A.Yani No. 78-88, Pekanbaru, febri.fella@student.pelitaindonesia.ac.id b Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Pelita Indonesia Jl.A.Yani No. 78-88, Pekanbaru, wilda.susanti@lecturer.pelitaindonesia.ac.id c Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Pelita Indonesia Jl.A.Yani No. 78-88, Pekanbaru, yulvianoramarlim@lecturer.pelitaindonesia.ac.id INFORMASI ARTIKEL ABSTRACT Sejarah Artikel: Diterima Redaksi: 13 Maret 2020 Revisi Akhir: 20 April 19 Diterbitkan Online: 30 April 2020 Program Beras untuk Keluarga Miskin (RASKIN) merupakan upaya pemerintah yang dimulai pada tahun 2002 untuk membantu masyarakat kurang mampu agar tetap memperoleh beras. Permasalahan yang muncul adalah distribusi raskin yang tidak tepat sasaran di beberapa daerah. Penentuan kriteria pada sebagian daerah, belum mengikuti standar pemerintah. Perangkat setempat belum memiliki sistem pendukung keputusan yang terstruktur untuk mengolah data masyarakat calon penerima RASKIN dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk membantu menghasilkan keputusan masyarakat penerima RASKIN dengan menggabungkan metode Simple Additive Weighting (SAW) dan Technique for Others Reference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Kedua metode ini mengolah data kriteria penduduk calon penerima RASKIN melalui proses perhitungan terbobot kemudian dilanjutkan dengan mempertimbangkan jarak terhadap solusi ideal positif dan negatif dengan mengambil kedekatan relatif terhadap solusi ideal positif. Kinerja gabungan kedua metode keputusan ini memberikan hasil yang objektif dan tepat sehingga diharapkan mampu menjadi solusi bagi daerah-daerah dalam membuat keputusan tepat penerima RASKIN. KATA KUNCI Sistem Pendukung Keputusan, Raskin, Simple Additive Weigthing, TOPSIS KORESPONDENSI E-mail: wilda.susanti@lecturer.pelitaindonesia.ac.id 1. PENDAHULUAN Pendistribusian beras untuk masyarakat miskin (RASKIN) pada sebagian daerah di Indonesia masih menjadi masalah besar yang perlu solusi cepat. Keluhan yang paling banyak diterima adalah adanya pembagian yang tidak merata, tidak transparan dan tidak tepat sasaran. Hal ini dikarenakan kriteria calon penerima RASKIN yang belum mengikuti standar pemerintah dan dan sistem seleksi yang masih konvensional. Pada sebagian daerah kecil seperti desa Srigading di provinsi Riau, menjadi salah satu daerah yang terdampak ketimpangan pembagian RASKIN. Hal ini disebabkan peoses penyeleksian dan pendistribusian yang tidak transparan. Penelitian ini dilakukan untuk membantu dalam membangun dan merancang sebuah sistem pendukung keputusan menggunakan metode SAW dan TOPSIS. Kombinasi kedua metode ini dianggap dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik dan tepat sesuai dengan harapan pemerintah melalui penetapan kriteria serta pengolahan data yang terstruktur dan sistematis. Berbagai penelitian terkait penerapan metode SAW dan TOPSIS telah banyak dilakukan. Pada dua penelitian yang dilakukan oleh [1], [2], metode SAW dikombinasikan dengan metode AHP untuk menentukan karyawan berprestasi, sedangkan TOPSIS digunakan untuk memilih lahan sawit. Kedua penelitian tersebut, menggunakan kriteria yang cukup banyak dan bervariasi. Penelitian [3] menggabungkan SAW dengan Composite Performance Index (CPI) dalam menentukan numerasi karyawan. Selain itu TOPSIS juga digunakan untuk mendektesi penyakit diabetes berdasarkan ciri dasar manusia [4]. Kombinasi metode SAW dan TOPSIS menghasilkan keputusan yang kuat. Hasil pembobotan yang diperoleh dari perhitungan SAW, diproses untuk mendapatkan jarak ideal yang mendekati solusi ideal positif sehingga nilai yang diperoleh menjadi rekomendasi alternatif terbaik yang diusulkan. Diharapkan melalui penelitian ini, dapat membantu perangkat daerah yang ditunjuk dalam menyeleksi calon masyarakat penerima RASKIN dengan tepat dan adil sehingga RASKIN dapat diterima oleh yang memang berhak menerimanya.