Jurnal Rekayasa Tenik Sipil Universitas Madura Vol. 3 No.1 Juni 2018 ISSN 2527-5542 23 Penambahan Bahan Aditif Polymer Polierta Untuk Meningkatkan Kuat Tekan Beton Safrin Zuraidah 1) , Muhammad Khaidir 2) , Wisnu Abiarto 3) 1) Program Studi Teknik Sipil , Fakultas Teknik, Universitas Dr. Soetomo Surabaya 2) Program Studi Teknik Sipil , Fakultas Teknik, Universitas Dr. Soetomo Surabaya 3) Program Studi Teknik Sipil , Fakultas Teknik, Universitas Dr. Soetomo Surabaya email : Safrin.zuraidah@unitomo.ac.id, : m.haidir24@gmail.com, wisnu.abiarto@unitomo.ac.id ABSTRAK : Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kuat tekan beton , yang dilakukan dengan memberikan zat aditif, diantaranya adalah Polymer Polierta dan Fly Ash. Jumlah benda uji 27 sampel yang dibagi menjadi tiga jenis beton dengan kadar air 130Kg/m 3 , 150Kg/m 3 , 190Kg/m 3 , dengan kadar aditif 1.1%, 1%, dan 0%. Metode rancangan campuran (mix design) menggunakan British mix design method sesuai aturan SNI 03-2834-2000. Benda uji menggunakan zat aditif Polymer Polierta konsentrasi 1% terhadap berat total semen dan fly ash, dengan kadar air 150 kg/m³ menghasilkan slump flow 61cm dan kuat tekan sebesar 191,82 Kg/cm² pada umur 1 hari, 380,63 Kg/cm² pada umur 7 hari dan 608,37 Kg/cm² pada umur 28 hari. Sedangkan untuk beton dengan kadar air 130 kg/m³ dengan zat additif 1,1% menghasilkan slump flow 63cm dan kuat tekan 317,62 Kg/cm² pada umur 1 hari, 368,36 Kg/cm² pada umur 7 hari dan 641,96 Kg/cm² pada umur 28 hari. Beton dengan penambahan zat additif Polymer Polierta meningkatkan kuat tekan dibandingkan dengan beton normal namun memperlambat waktu ikat atau pengerasannya. Direkomendasikan penggunaan kadar air 130 Kg/m³ dan penambahan zat additif Polymer Polierta 1,1% dari berat total semen dan fly ash untuk mendapatkan kuat tekan yang optimum pada beton mutu tinggi. Kata kunci: Beton mutu tinggi, Polymer Polierta, Setting time, Kuat tekan. 1. Pendahuluan Dalam pembangunan gedung-gedung bertingkat tinggi dan bangunan lainnya dibutuhkan beton dengan kekuatan tinggi. Peningkatan mutu beton dapat dilakukan dengan memberikan bahan pengganti atau bahan tambahan, dari beberapa bahan pengganti dan bahan tambahan yang ada, salah satu diantaranya adalah bahan additif berupa zat kimia seperti Polymer Polierta yang di Produksi oleh PT. Varia Usaha Beton. Dengan Harapan bahan additif tersebut mampu mengoptimalkan kekuatan tekan beton serta mempermudah dalam waktu pengerjaan. berdasarkan tujuan, maka dilakukan penelitian yang bersifat eksperimental terhadap Penambahan Bahan Aditif Polymer Polierta Untuk Meningkatkan Kuat Tekan Beton” . Untuk mengevaluasi pengaruh Bahan Additif Polymer Polierta dalam campuran beton mutu tinggi Dengan Variasi kadar air yg berbeda. Penelitian Terdahulu Penelitian ini dilakukan berdasarkan dari beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya sebagai pedoman yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu: Assabiil AF, 2016 “Variasi Penbambahan Fly Ash Pada Campuran Beton Mutu K-500 Dengan Penambahan Polimer Basic Policarboxilatemenyatakan penambahan Zat additif Policarboxilate sebanyak 1% dari berat semen dan kadar fly ash 40% mendapatkan hasil kuat tekan yang optimum sebesar 44,99 Mpa pada variasi fly ash 10%, 25%, 30%, 40%, 60%. Annas A, 2016 “Pemanfaatan Mikrobakteri Terhadap Beton Mutu Tinggi Dengan Tambahan Silica Fume menyatakan kuat tekan yang optimum yaitu dengan penambahan silica fume sebanyak 7,5% dan mikrobakteri yang menghasilkan kuat tekan beton sebesar 69,71 Mpa pada variasi silicafume 0%, 5%, 7,5%, dan 10%. Ariyani N dan Laia P, 2013 “Pengaruh Pemakaian Fly Ash Dan Superplastiziser Pada Kuat Tekan Beton menyatakan Hasil kuat tekan paling optimum sebesar 55,95 Mpa dengan kadar superplasticizer 0,6% dari berat air dan kadar fly ash sebesar 20% pada variasi 0%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Danasi M dan Lisantono A, 2015 “Pengaruh Penambahan Fly Ash Pada Beton Mutu Tinggi Dengan Silica Fume dan Filler Pasir Kwarsa” menyatakan kuat tekan yang optimum yaitu dengan penambahan silica fume sebesar 10% dari berat semen dan kadar fly ash sebesar 5% yang menghasilkan kuat tekan beton sebesar 75,06 Mpa pada variasi fly ash 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Beton mutu tinggi Beton mutu tinggi adalah beton yang memiliki kuat tekan lebih tinggi dibandingkan beton normal biasa. Menurut PD T-04-2004-C tentang Tata Cara Pembuatan dan Pelaksanaan Beton Berkekuatan Tinggi, yang tergolong beton bermutu tinggi adalah beton yang memiliki kuat tekan antara 40 80 MPa. Beton mutu tinggi (high strength concrete) yang tercantum dalam SNI 03-6468-2000 didefinisikan sebagai beton yang mempunyai kuat tekan yang disyaratkan lebih besar sama dengan 41,4 Mpa. Beton mutu tinggi bermanfaat pada pracetak dan pratekan. Pada bangunan tinggi mengurangi beban mati. Kelemahannya adalah kegetasannya. Bahan Tambah (Admixture) Bahan tambah (admixture) adalah bahan-bahan yang ditambahkan ke dalam campuran beton pada saat atau selama percampuran berlangsung. Fungsi dari bahan