Prosiding Seminar Bimbingan dan Konseling Tersedia Online di Vol. 1, No. 1, 2017, hlm. 137-143 http://pasca.um.ac.id/conferences/index.php/snbk ISSN 2579-9908 137 PERAN PENGAWAS BK UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALITAS GURU BIMBINGAN DAN KONSELING Dhanang Suwidagdho, Liza Lestari, Suci Prasilla Dewi Universitas Negeri Yogyakarta E-mail: dhanangsu@gmail.com, lizalestari91@gmail.com, suciprasiladewi@gmail.com ABSTRAK Pengawas merupakan salah satu tenaga kependidikan yang memegang peran strategis dalam meningkatkan profesionalitas guru, kepala sekolah, dan mutu pendidikan di sekolah. Tugas pokok pengawas adalah melakukan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan mulai tahap perencanaan program, pelaksanaan program, dan evaluasi supervisi. Guru BK sebagai bagian integral dari proses pendidikan yang akan mendukung keberhasilan siswa juga memperoleh pengawasan dari pengawas. Namun pola layanan bimbingan dan konseling berada diranah belajar, karir, dan pribadi sosial yang berbeda dari layanan guru bidang studi. Fakta di lapangan, pengawasan guru BK yang dilakukan pengawas justru bukan berasal dari rumpun ilmu bimbingan konseling sehingga peran pengawas dalam memberikan penilaian kinerja serta program guru BK menjadi kurang efektif. Dipandang perlu bagi para pemangku kepentingan untuk mempertimbangkan mengangkat pengawas khusus BK. Harapannya dengan adanya pengawas khusus BK yang berasal dari rumpun ilmu bimbingan konseling mampu menguasai permasalahan dan mampu meningkatkan profesionalitas guru BK dalam melaksanakan proses bimbingan dan konseling secara komprehensif. Kata Kunci: pengawas bk, guru bk, evaluasi, supervisi PENDAHULUAN Supervisi dipandang adalah bahasan yang tabu di berbagai negara dan terabaikan pada bahasan manajemen pendidikan sejak 1970. Kata “supervisor” memiliki konotasi yang negatif sehingga kurang banyak dikembangkan. Inspeksi sering dikaitkan dengan kegiatan yang dilakukan pada negara/institusi yang kurang demokratis dan terminologi ini segera dikaitkan dengan supervisi sehingga menyebabkan kajian tentang supervisi ini kurang banyak mendapat perhatian (UNESCO, 2007). Baru setelah diketahuinya manfaat dari supervisi dan evaluasi pada pendidikan, kajian tentang hal ini mulai banyak dikembangkan diseluruh dunia. Upaya guru untuk peningkatan mutu pembelajaran, tidak terlepas dari komponen- komponen pendukung lainnya. Salah satu komponen pendukung adalah pengawasan baik secara internal kelembagaan (birokrasi sekolah) maupun eksternal (stakeholder). Secara umum pengawasan pendidikan formal (sekolah) merupakan bagian dari tahapan penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran yang berfungsi untuk mengontrol dan mengevaluasi agar proses tersebut dapat berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. CORE Metadata, citation and similar papers at core.ac.uk Provided by Graduate School Conferences, Universitas Negeri Malang