605 PENGEMBANGAN KONTEN E-LEARNING MATAKULIAH MEDIA DAN SUMBER BELAJAR BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING Muhammad Ragil Kurniawan 1 , Nurul Hidayati Rofiah 2 1,2 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar 1,2 Universitas Ahmad Dahlan E-mail: ragil.kurniawan@pgsd.uad.ac.id 1 , nurulhidayati@pgsd.uad.ac.id 2 Abstract: This study intends to develop the potential of digital-based learning resources. This research aims to: a) Knowing the process of developing E-learning content course of Media and Learning Resources based on Problem Based Learning, b) Knowing the appropriateness of E- learning content course of Media and Learning Resources based on Problem Based Learning. This research is research and development. The object of this research is media and learning resources course based on problem based learning. The data collection method used was an assessment sheet, supported by the results of interviews with education experts and practitioners. The data in this study are the results of assessments from experts. The results of the research data were processed using descriptive statistical data. The results are: a) E-learning content development procedures through four stages: preliminary study, development of learning design, product development and product evaluation. b) Assessment results by material experts is 3,4 (good category), media expert judge by 3,5 (good category), and prospective users judge by 4,3 (very good category). Based on the assessment result E-learning quality course of Media and Learning Resources based on problem based learning for learning materials in elementary schools are considered suitable for use as learning resources. Keywords: E-learning, media and learning resources, problem based learning Abad 20 dipenuhi dengan akselerasi dunia digital. Banyak aspek kehidupan telah bergeliat begeser pada aktifitas-aktifitas berbasis digital. Mulai dari aspek ekonomi, perdaganyan, transportasi hingga hiburan telah ramai-ramai memanfaatkan potensi digital. Percepatan produk smartphone sebagai sara komunikasi menjadi salah satu indikator bagaimana akselerasi bidang komunikasi dalam menyambut era digital ini. Kondisi era digital ini selayaknya juga disambut oleh bidang pendidikan, karena dalam sejarahnya teknologi selalu memberi warna pada kualitas dan kuantitas penyelenggaraan pendidikan. Perilaku pengguna internet di Indonesia terbukti terus mengalami peningkatan. Sebagaimana data yang dirilis oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bahwa tahun 2016 menyebutkan bahwa 51,8% penduduk indonesia aktif di dunia maya. Kondisi ini sangat berbeda dengan tahun 2014 yang menyebutkan bahwa penetrasi pengguna internet oleh total seluruh penduduk indonesia baru sebesar 34,9%. Kondisi ini diprediksi akan selalu meningkat tiap tahunnya (APJII, 2016). Oleh karena itu, dunia pendidikan layak serius memikirkan bagaimana pembelajaran yang efektif namun juga mengikuti tren penetrasi internet yang sedang terjadi. Teknologi informasi tidak dapat dipungkiri telah memberikan sumbangan yang besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan baik dalam bidang akademik, administrasi maupun manajemen. Pada awal perkembangan komputer, para pendidik telah memanfaatkannya untuk membantu memberikan materi pembelajaran dalam bentuk CAI (Computer Assisted Instruction) atau untuk membantu mengelola pendidikan dalam bentuk CMI (Miarso, 2010). Kemajuan teknologi Internet memberikan manfaat yang besar bagi berbagai aspek