AGRI-TEK: Jurnal Ilmu Pertanian,Kehutanan dan Agroteknologi; ISSN: 1411-5336 Website : http://agritek.unmermadiun.ac.id/index.php/agritek Volume 21 Nomor 1 Maret 2020, AGRI-TEK | 29 Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh (Zpt) Terhadap Pertumbuhan Stek Kayu Putih (Melaleuca Leucadendron Linn) Febri Arif Cahyo Wibowo 1 , Mochamad Chanan 2 , Hesty Karvita Putri 3 1 Jurusan kehutanan, Universitas Muhammadiyah Malang, Jl. Raya Tlogomas No. 246, Malang, 65145 E-mail: febriarif14@gmail.com 2 Jurusan kehutanan, Universitas Muhammadiyah Malang, Jl. Bendungan Sutami No.188, Malang, 65145 E-mail: febriarif14@gmail.com 3 Mahasiswa Jurusan kehutanan, Universitas Muhammadiyah Malang, Jl. Bendungan Sutami No.188, Malang, 65145 E-mail: febriarif14@gmail.com Abstract— Necessity of eucalyptus oil is increasing and to rely on generative reproduction will be not enough to meet the demand. Do the success rate of top cuttings can be amplified by adding growth hormone such as NAA (Naptheine Acetic Acid) and IBA (Indole Butyric Acid). This research was conducted in July until September 2019 at Research and Development Perum Perhutani (PUSLITBANG) Cepu. This research aims is to compare the effect of adding different dosage of NAA and IBA and to determine the effective dosage toward Kayu putih top cuttings (M. leucadendron Linn) growth. This research used Randomized Complete Blok Design (RCBD) with one factor which is adding NAA and IBA. Every treatment is repeated 3 times and each treatment has 5 plant sample so there are 105 unite of attempts. Observable variable are including numbers of leaves, height, root length, number of roots, wet weight and dry weight of root, wet weight and dry weight of buds then tested it with Duncan’s to determine the most effective auksin hormone. Result showed that there is real correlation between numbers of leaves and height in NAA 300 ppm treatment. The longest length of root is in IBA 75 ppm treatment. Keywords—: Kayu Putih; NAA; IBA. I. PENDAHULUAN Di Indonesia merupakan salah satu negara agraris yang sebagian besar penduduknya hidup dari pertanian.Tanaman kayu putih (M. leucadendron Linn) merupakan tanaman yang mempunyai nilai ekonomi. Tanaman ini merupakan bahan yang baik untuk pembuatan minyak kayu putih yang sering dipakai obat-obatan. Selain itu kayunya juga dapat dijadikan sebagai kayu bakar bagi masyarakat. M. leucadendron Linn dikenal dengan nama daerah kayu putih merupakan salah satu jenis tanaman yang mempunyai peranan dalam industri minyak kayu putih. Kebutuhan akan minyak kayu putih yang semakin meningkat, apabila hanya mengandalkan perbanyakan generatif tentu tidak akan mencukupi. Sebab itu, perlu dilakukan perbanyakan melalui cara vegetatif dengan stek pucuk, perbanyakan cara ini dapat menjamin generasinya mewarisi sifat-sifat unggul induknya (Sugito, 2015). Menurut Kartikawati dan Rimbawanto (2010), informasi industri pengepakan minyak kayu putih dalam kebutuhan terhadap permintaan kayu putih dalam negeri sebesar 1500 ton per tahun, sementara itu suplai tahunanya hanya sebesar 400 ton per tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa sebenarnya peluang untuk pengembangan industri minyak kayu putih masih terbuka lebar. Perum Perhutani bekerjasama dengan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pemuliaan Tanaman Hutan Departemen Kehutanan dalam meningkatkan produktivitas kayu putih dengan melakukan upaya pemuliaan kayu putih, diantaranya membangun uji keturunan di 3 (tiga) lokasi yaitu Gundih, Cepu dan Madiun. Pertanaman hasil uji keturunan selanjutnya dikonversi menjadi kebun benih semai kayu putih. Pengembangan kayu putih Kebun Benih Uji Keturunan diharapkan dapat memperoleh tanaman yang menghasilkan kadar 1,8 sineol rerata 57,47 % dan rendemen minyak kayu putih (MKP) rerata 1,85% (Puslitbang, 2015). Kegiatan di persemaian merupakan kegiatan awal di lapangan, sebab kegiatan penanaman hutan sangat penting dalam upaya mencapai keberhasilan penanaman hutan produksi. Perbanyakan tanaman kayu putih dapat dilakukan dengan dua metode yaitu dengan metode generatif menggunakan biji sedangkan perbanyakan metode vegetatif dapat dilakukan berupa stek pucuk. Stek pucuk kayu putih diambil dengan memanfaatkan tunas-tunas muda. Kayu putih memiliki kemampuan bertunas yang bagus, tanaman kayu putih dipangkas bagian batangnya sehingga untuk menumbuhkan tunas-tunas muda dapat dilakukan dengan mudah. Keberhasilan pertumbuhan tanaman secara vegetatif dengan stek dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor eksternal yang sangat berpengaruh yaitu pemberian zat pengatur tumbuh yang berperan penting dalam menumbuhkan tunas. Untuk memacu munculnya tunas-tunas muda kemudian