Perancangan Media Interaktif yang Dapat Menstimulasi Perkembangan Kreativitas Anak Usia Dini (Golden Age, 2-5 tahun) Jennifer Hardjawikarta 1 , Cok Gde Raka Swendra 2 , Hen Dian Yudani 3 Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni dan Desain, Universitas Kristen Petra, Siwalankerto 121-131, Surabaya Email : jenniferhardja@hotmail.com Abstrak Perancangan buku interaktif ini merupakan sebuah perancangan yang mengutamakan proses interaksi dari buku kepada anak- anak tetap dengan pendampingan dari orang dewasa terutama orang tua, terdiri dari aktivitas sederhana dengan konsep belajar sambil bermain/ belajar dengan melakukan yang melibatkan kesukaan dan kebiasaan anak serta memaksimalkan panca indera yang dimiliki anak. Dibuat sebagai media pembantu untuk perkembangan kreativitas anak usia dini tidak hanya dari tindakan saja tapi juga membentuk pola pikir yang kreatif (penyelesaian masalah) sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan nyata terutama untuk mempersiapkan masa depan anak. Kata kunci: Perancangan, Buku interaktif, Kreativitas, Anak usia dini. Abstract Title: Interactive Media Design for Stimulating Creative Growth for Early-age Children (Golden Age, 2-5 years old) This book goes through a design process that prioritizes interaction between the book and the children with the help of adult supervision. It consists of simple activities with the concept of learning by playing and taking the habits and likes of children into consideration and also stimulating all of the children's senses. The book is made not only as a supporting media to develop creative actions but also to form a creative mindset that helps with problem solving, making it very benificial for children in their growth. Keywords: Interactive book, Creativity, Early child. Pendahuluan Pengertian anak akan suatu hal sangatlah dipengaruhi oleh metode atau cara belajar seorang anak. Anak- anak belajar dengan cara melakukan sesuatu, melalui meraba, bergerak, melihat serta mendengarkan. Dan pada jaman modern ini salah satu hal yang berpengaruh pada cara belajar anak adalah teknologi. Teknologi dapat memberi dampak yang baik dan juga buruk untuk anak-anak. Berdasarkan studi dari situs diskon CouponCodes4u yang melibatkan 2.403 koresponden orangtua, presentase terbesar menyatakan bahwa banyak dari oang tua mengatakan bahwa anak mereka bermain gadget hampir setiap hari. Disebutkan bahwa mayoritas orangtua sengaja memberikan anak mereka gadget agar anak tenang dan tidak rewel, selain itu juga demi alasan agar anak tidak mengganggu waktu pribadi orang tua. Jovita Maria Ferliana, M.Psi. , Psikolog dari RS Royal Taruma, mengatakan bahwa jika dilihat dari tahapan perkembangan dan usia anak, pengenalan dan penggunaan gadget bisa dibagi ke beberapa tahap usia. Pada usia dibawah 5 tahun, pemberian gadget sebaiknya hanya seputar pengenalan warna, bentuk, dan suara. Karena seharusnya gadget hanya sebagai salah satu sarana untuk mengedukasi anak, sehingga bukan merupakan focus utama dalam perkembangan anak. Disebutkan jika ditinjau dari sisi neurofisiologis, otak anak berusia di bawah 5 tahun masih dalam taraf perkembangan. Perkembangan otak anak akan lebih optimal jika anak diberi rangsangan sensorik secara langsung. Misalnya, meraba benda, mendengar suara, berinteraksi dengan orang, dan sebagainya. Jika anak usia di bawah 5 tahun menggunakan gadget secara berkelanjutan, apalagi tidak didampingi orangtua, akibatnya anak hanya fokus ke gadget dan kurang berinteraksi dengan dunia luar.