Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal.mandalanursa.org/index.php/JISIP/index Vol. 4. No. 2 Maret 2020 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan 106 Meningkatkan Minat Dan Prestasi Belajar Sejarah Melalui Model Grup Investigasi Dengan Media Museum Pada Siswa kelas XII IPS I SMA Katolik Untung Suropati Sidoarjo 1 Satrio Wibowo, 2 Edwin Putra Dwi Suprapto 1 STKIP PGRI Sidoarjo, 2 SMA Katolik Untung Suropati Sidoarjo sugali.satrio@gmail.com Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat dan prestasi belajar sejarah. Prosedur penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas XII IPS I SMA Katolik Untung Suropati Sidoarjo tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian dilakukan dalam tiga Siklus, masing-masing Siklus terdiri dari lima tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi dan rekomendasi. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi atau pengamatan terhadap proses pembelajaran group investigasi dengan media museum, angket minat belajar siswa dan tes kognitif untuk mengetahui prestasi belajar siswa. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah : meningkatnya minat belajar siswa dari mulai awal prasiklus sampai siklus ke III. Pada Pra Siklus rata-rata minat belajar siswa 74,53, Siklus I sebesar 82,11, Siklus II sebesar 94,47 dan pada Siklus III 113,33 dengan ketuntasan klasikal 100 %. Hasil belajar juga mengalami peningkatan yang signifikan. Pra-Siklus rata-rata adalah 58,89, siklus I adalah 66,11, siklus II adalah 75,69 dan pada Siklus III yaitu 83,61. Dari pemaparan data diatas diketahui bahwa penerapan metode Grup Investigasi dengan menggunaan media Museum dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa kelas XII IPS 1 di SMAK Untung Suropati Sidoarjo. Kata Kunci : Model Group Investigasi, Media Museum, Minat Belajar, Prestasi Belajar PENDAHULUAN Pembelajaran memiliki makna membelajarkan siswa menggunakan azas pendidikan maupun teori belajar, merupakan penentu utama keberhasilan pendidik (Sagala, 2009). Pembelajaran sebagai proses belajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreatifitas berfikir untuk meningkatkan kemampuan berfikir siswa, serta meningkatkan kemampuan mengkonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pelajaran. Pembelajaran sejarah memiliki peran fundamental dalam kaitannya dengan menumbuhkan wawasan peserta didik untuk belajar dan sadar akan guna dari sejarah bagi kehidupan sehari-hari. Pembelajaran sejarah dapat diartikan sebagai suatu proses pentransferan nilai-nilai luhur dari peristiwa- peristiwa masa lampau kepada siswa melalui kegiatan belajar-mengajar (pembelajaran sejarah). Peristiwa masa lampau tersebut mencakup hal-hal yang dipikirkan, dikatakan, dikerjakan, dirasakan, dan dialami oleh setiap manusia. (Kuntowijoyo,1995). Sudjana (2010) menjelaskan bahwa pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain intruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar. Pada kenyataannya, minat belajar siswa pada mata pelajaran sejarah masih rendah, karena banyak siswa yang menganggap mata pelajaran sejarah adalah pelajaran yang membosankan. Rendahnya minat dan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran sejarah bisa juga dipengaruhi oleh model dan media pembelajaran yang digunakan pendidik lebih bersifat konvensional. Pembelajaran banyak didominasi oleh guru, sementara siswa hanya duduk secara pasif menerima informasi yang diberikan guru. Penerapan model pembelajaran yang tepat akan memperoleh hasil yang maksimal apabila ditunjang dengan penggunaan media pembelajaran. Menurut Arsyad (2014) Media pembelajaran dapat didefinisikan juga sebagai