JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 2 (2017), 2337-3520 (2301-928X Print) C407 Abstrak—Pembangunan interchange gerbang TOL Jombang di Kecamatan Tembelang menyebabkan harga lahan meningkat dan muncul indikasi perubahan pemanfaatan lahan. Untuk itu, pemerintah perlu mengantisipasi perubahan pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya sebagaimana yang terdapat pada rencana tata ruang. Penentuan potensi perubahan pemanfaatan lahan dilakukan berdasarkan pada model spasial harga lahan yang secara keseluruhan meliputi tiga teknik analisis. (1) Teknik analisis Delphi bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penentu harga lahan, (2) analisis regresi spasial digunakan untuk melakukan pemodelan spasial harga lahan, dan (3) analisis Query Builder menghasilkan peta potensi perubahan pemanfaatan lahan di Kecamatan Tembelang. Tiap tahapan penelitian menghasilkan luaran yang saling berkaitan. Terdapat 15 faktor penentu harga lahan yang telah konsensus dari teknik analisis Delphi dalam dua tahap iterasi. Adapun model spasial harga lahan dihasilkan dari model matematis memiliki konstanta 796.763,84565. Faktor yang berpengaruh positif dalam model tersebut yaitu jalur angkutan umum, daerah rawan banjir, fasilitas perdagangan dan jasa, jalan lingkungan, dan rencana jaringan jalan. Faktor yang berpengaruh negatif yakni fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, fasilitas peribadatan, fasilitas perkantoran, jalan kolektor, kawasan permukiman, rencana kawasan industri, rencana kawasan permukiman, sungai, dan interchange gerbang TOL. Model spasial menunjukkan mayoritas harga lahan tinggi terdapat di sekitar interchange gerbang TOL dan semakin rendah di wilayah perbatasan Kecamatan Tembelang. Luas lahan di Kecamatan Tembelang menurut potensi perubahan pemanfaatannya dari lahan tidak terbangun ke lahan terbangun yang dibagi menjadi kategori tinggi, sedang, dan rendah secara berturut-turut yaitu 571,29 Ha (17%), 788,68 Ha (23%), dan 2.088,44 Ha (61%). Kata Kunci—interchange gerbang TOL Jombang, harga lahan, potensi perubahan pemanfaatan lahan. I. PENDAHULUAN EMBANGUNAN infrastruktur merupakan wujud pemenuhan kebutuhan manusia, termasuk salah satunya adalah jaringan transportasi. Pembangunan infrastruktur pada suatu kawasan akan mempengaruhi pemanfaatan lahan pada kawasan di sekitarnya, sehingga hal ini menimbulkan perubahan atau konversi jenis penggunaan lahan. Perubahan bentuk pemanfaatan lahan akan berpotensi memberikan pengaruh pada bidang penggunaan lain yang ada di sekitarnya [1]. Salah satu penyebab terjadinya perubahan suatu guna lahan yaitu perluasan jaringan infrastruktur terutama jaringan transportasi [2]. Terdapat hubungan keterkaitan antara perluasan jaringan infrastruktur khususnya jaringan transportasi terhadap harga lahan. Perluasan jaringan transportasi untuk memenuhi kebutuhan mobilitas manusia yang senantiasa bertambah menyebabkan harga lahan mengalami kecenderungan untuk naik secara alamiah [3]. Harga lahan pada dasarnya dipengaruhi oleh berbagai faktor. Harga lahan dan nilai lahan memiliki keterkaitan fungsional dalam pengertiannya, di mana harga lahan umumnya ditentukan oleh nilai lahan atau harga lahan akan mencerminkan tinggi rendahnya nilai lahan [4]. Faktor lokasi mempengaruhi nilai tanah. Menurut penelitian tersebut, nilai tanah dipengaruhi oleh variabel-variabel seperti, jarak ke pusat kota, lebar jalan, jarak ke perguruan tinggi, dan kondisi jalan aspal atau tidak. Suatu kawasan yang memiliki kelengkapan infrastruktur baik cenderung memiliki harga lahan yang tinggi, sehingga dengan kondisi infrastruktur yang lengkap, masyarakat cenderung untuk mendirikan bangunan pada lokasi tersebut meskipun dengan harga yang relatif tinggi. Oleh karena itu, harga lahan sebagai pertimbangan dalam mendirikan bangunan dapat digunakan sebagai pendekatan dalam mengetahui potensi perubahan pemanfaaatan lahan di suatu kawasan. Di Kabupaten Jombang, saat ini sedang dibangun ruas jalan TOL yang menghubungkan wilayah Mojokerto dan Kertosono yang panjangnya mencapai 40,5 km [5]. Pembangunan pintu TOL berdampak pada kenaikan harga lahan di wilayah sekitarnya, dimana harga lahan tertinggi terdapat pada jenis penggunaan lahan perdagangan dan jasa serta permukiman [6]. Rahadyan dalam penelitiannya telah melakukan wawancara dengan Kepala Bidang Permukiman, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Jombang pada tanggal 7 November 2014, bahwa terbangunnya interchange TOL di Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang telah memicu perubahan harga lahan di sekitar kawasan [7]. Setyagama juga meneliti kawasan interchange gerbang TOL Jombang di Kecamatan Tembelang dan mengidentifikasi adanya peningkatan harga lahan sebanyak tiga kali lipat karena pembangunan interchange tersebut [8]. Pemerintah Kabupaten Jombang perlu mengidentifikasi lahan yang berpotensi berubah pemanfaaatannya dikarenakan Analisis Potensi Perubahan Pemanfaatan Lahan Berdasarkan Model Spasial Harga Lahan di Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang Muhammad Ermando Nurman Sasono dan Cahyono Susetyo Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember ITS e-mail: cahyono_s@urplan.its.ac.id. P brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)