STEAM Engineering (Journal of Science, Technology, Education And Mechanical Engineering) p-ISSN 2686-4673, e-ISSN 2686-4517, Artikel 11, pp. 50-56, 2020 Volume 1, Nomor 2 50 HUBUNGAN MINAT BELAJAR KEJURUAN DAN PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA Heny Fikri Rahman, Samidjo & Nurcholis Arifin Handayono Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta E-mail: fikrirahman27@gmail.com Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) hubungan antara minat belajar kejuruan dan prestasi belajar kewirausahaan dengan minat berwirausaha; (2) hubungan antara minat belajar kejuruan dengan minat berwirausaha; dan (3) hubungan antara prestasi belajar kewirausahaan dan minat berwirausaha. Metode penelitian ini adalah ex-post facto, dengan populasi seluruh siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan. Sampel diambil secara acak berjumlah 52 siswa. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk minat belajar kejuruan dan minat berwirausaha, serta dokumentasi untuk prestasi belajar kewirausahaan. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat hubungan yang signifikan antara minat belajar kejuruan dan prestasi belajar kewirausahaan dengan minat berwirausaha; (2) terdapat hubungan yang signifikan antara minat belajar kejuruan dengan minat berwirausaha; dan (3) terdapat hubungan yang signifikan antara prestasi belajar kewirausahaan dan minat berwirausaha. Kata Kunci: Minat Belajar Kejuruan, Prestasi Berwirausaha, Minat Berwirausaha Abstract: This study aim to find out : (1) the relationship between vocational learning interest and entrepreneurial learning achievement with entrepreneurial interest; (2) the relationship between vocational learning interest and entrepreneurial interest; and (3) the relationship between entrepreneurial learning achievement and entrepreneurial interest. This research method is ex-post facto with a population of all students of class XI Teknik Kendaraan Ringan. Samples were taken randomly totaling 52 students. The instrument used was a questionnaire for vocational learning interest and entrepreneurial interest and documentation for entrepreneurial learning achievement. Data analysis techniques using multiple regression analysis. The results showed: (1) there was a significant relationship between interest in vocational learning and entrepreneurial learning achievement with interest in entrepreneurship; (2) there was a significant relationship between interest in vocational learning with interest in entrepreneurship; and (3) there was a significant relationship between entrepreneurial learning achievement and entrepreneurial interest. Keywords: Interests In Vocational Learning, Entrepreneurship Achievement, Entrepreneurship Interests PENDAHULUAN Pendidikan merupakan kegiatan yang sangat penting dan umum dilakukan dalam kehidupan masyarakat maupun kehidupan sehari-hari. Pendidikan juga diartikan sebagai salah satu usaha untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih bermutu dan berkualitas. Menurut Dewantara (2013:20), pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Fungsi dari pendidikan di Indonesia masih tidak sesuai dengan yang diharapkan, karena kualitas pendidikan di Indonesia juga tercermin dari peringkat Indonesia yang masih sangat jauh dibandingakan negara tetangga seperti Singapura. Berdasarkan data Global Human Capital Report , diterbitkan World Economic Forum tahun 2017, peringkat Indonesia dalam urusan pendidikan menempati peringkat 65 sedangkan Singapura menempati peringkat 12, Malaysia dipringkat 33, Thailand diperingkat 40, dan Filipina diperingkat 50 dari 130 negara (sumber: http://harian. analisadaily.com). Salah satu cara meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia yaitu melalui Sekolah Menengah Kejuruan. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP, MTs, atau bentuk lain yang sederajat (Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003).