The 13 th University Research Colloqium 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Klaten 54 UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli dan Staphylococcus saprophyticus Selly Ayustine Winarta 1 , EM Sutrisna 2 , Dodik Nursanto 2 , Retno Sintowati 2 1 Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammdiyah Surakarta 2 Dosen Pengajar, Universitas Muhammadiyah Surakarta Email: Selly Ayustine Winarta, Email: j500170043@student.ums.ac.id 1. PENDAHULUAN Penyakit infeksi masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dan beberapa negara di dunia (1). Salah satu agen penyebab infeksi yang paling sering adalah bakteri. Bakteri yang paling sering menyebabkan infeksi Escherichia coli (2). Escherichia coli adalah salah satu bakteri gram negatif enteric (Enterobactericeace) yaitu kuman flora normal yang ditemukan dalam usus besar manusia (3). Bakteri ini akan menyerang jaringan dinding usus yang menyebabkan diare pada usus manusia (4). Escherichia Abstrak Keywords: Antibakteri ,Daun Salam, Fraksi Etil Asetat, Escherichia coli, Staphylococcus saprophyticus Penyakit infeksi masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dan beberapa negara di dunia. Salah satu agen penyebab infeksi yang paling sering adalah bakteri. Escherichia coli adalah salah satu bakteri gram negatif enteric (Enterobactericeace) yaitu kuman flora normal yang ditemukan dalam usus besar manusia. Staphylococcus saprophyticus adalah bakteri gram positif yang merupakan bagian kelompok Staphylococcus sp. yang disebut coagulase-negatif staphylococcus (CNS) yang resisten terhadap novobiosin. Daun salam mengandung zat aktif yang memiliki sifat antibakteri seperti alkaloid, flavonoid, minyak atsiri, dan tanin. Tujuan: Untuk mengetahui efek fraksi etil asetat daun salam (Syzygium polyanthum) sebagai antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus saprophyticus . Metode: Tiap bakteri dibagi menjadi 5 kelompok, siprofloksasin dan cefazoline sebagai kontrol positif, CMC 1% sebagai kontrol negatif, fraksi 5%, 10%, dan 20% sebagai kelompok perlakuan. Zona hambat di sekitar sumuran diukur menggunakan jangka sorong. Hasil: Zona hambat terhadap Escherichia coli terbentuk pada konsentrasi 5% sebesar 12,5 mm, pada konsentrasi 10% sebesar 14,25 mm, dan pada konsentrasi 20% sebesar 16,1 mm. Sedangkan Staphylococcus saprophyticus terbentuk pada konsenterasi 5% sebesar 11,58 mm, pada konsenterasi 10% sebesar 13 mm, dan pada konsenterasi 20% sebesar 15,1 mm. Analisis statistik Kruskall Wallis menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai p=0,00 pada masing-masing bakteri. Kesimpulan: Semakin besar konsenterasi fraksi etil asetat, maka semakin besar zona hambat yang terbentuk pada media agar.