KURVATEK Vol. 6. No. 1, April 2021, pp.93-102 E-ISSN: 2477-7870 P-ISSN: 2528-2670 93 Received April 5, 2021; Revised April 21, 2021; Accepted April 22, 2021 SISTEM PENCAHAYAAN DENGAN FUZZY LOGIC CONTROLLER Arif Basuki 1* , Sugiarto Kadiman 2 , Rizki Ismail 3 1 Program Studi D3 Teknik Elektronika, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta 2 Program Studi Teknik Elektro, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta 3 Alumni Program Studi Teknik Elektro, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta *Email : arif.basuki@itny.ac.id Abstrak Sistem pencahayaan ruangan kekinian selalu mengaitkan dengan isu lingkungan untuk pengurangan konsumsi energi primer. Sistem hibrida pencahayaan buatan dan alami dari matahari dapat menjadi solusi penghematan energi pada bangunan. Permasalahan yang terjadi dalam sistem hibrida adalah sangat bergantung pada kondisi cuaca dan interferensi cahaya berdasarkan konstruksi bangunan (terisolasi atau tidak). Penelitian ini menggunakan Fuzzy Logic Controller untuk mengatasi permasalahan tersebut. Fuzzy Logic Controller yang mendapat masukan tingkat intensitas cahaya dari dalam dan luar ruangan, digunakan untuk mengatur intensitas cahaya buatan melalui dimming lampu dan cahaya alami melalui bukaan jendela. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan sistem hibrida, pencahayaan buatan dapat dikurangi hingga setengah dari kondisi maksimal, tetapi dengan margin error yang berbeda–beda tergantung pada tingkat interferensi cahaya yang didapat. Nilai-nilai intensitas cahaya buatan dan alami dapat dimonitor secara real-time melalui Internet of Things (IoT). Kata kunci: Sistem pencahayaan kekinian, sistem hibrida buatan dan alami, Fuzzy Logic Controller, IoT monitoring. Abstract A “newest” room lighting system always links with environmental issues for reducing the consumption of primary energy. A hybrid system of artificial and natural lighting from the sun can be an energy saving solution for buildings. The problems that occur in a hybrid system are very dependent on weather conditions and light interference based on building construction (isolated or not). This research uses Fuzzy Logic Controller to solve this problem. Fuzzy Logic Controller, which gets input from indoor and outdoor light intensity levels, is used to adjust the intensity of artificial light through dimming of lights and natural light through window openings. The results showed that with a hybrid system, artificial lighting can be reduced to half of the maximum condition, but with a different margin of error depending on the level of light interference obtained. Artificial and natural light intensity values can be monitored in real-time via the Internet of Things (IoT). Keywords: “The newest” lighting systems, Artificial and natural hybrid system, Fuzzy logic controller, IoT monitoring 1. Pendahuluan Sistem pencahayaan buatan (primer) pada sebuah bangunan mengonsumsi sekitar 20-30% dari total beban energi bangunan [1]. Konsumsi energi pada sistem pencahayaan buatan ini dapat dikurangi dengan memanfaatkan penggunaan energi pasif (alami). Pemanfaatan energi matahari sebagai pencahayaan alami dapat menjadi solusi penghematan energi pada bangunan. Penggunaan penerangan alami dalam bangunan merupakan strategi penting dan berguna dalam menggantikan kebutuhan energi konvensional pada sistem pencahayaan bangunan [2][3]. Permasalahan dalam pemakaian energi matahari pada sebuah ruangan adalah adanya pengaruh yang signifikan oleh tingkat pencahayaan dan pola langit atau cuaca [4]. Solusi untuk mengatasi perubahan pola langit atau cuaca dalam pemakaian sistem pencahayaan alami (matahari) adalah dengan menambahkan smart controller. Fuzyy Logic merupakan jenis smart controller yang tepat digunakan untuk mengubah suatu ketidak-jelasan menjadi gradasi porsi kombinasi penggunaan pencahayaan alami dan buatan. Beberapa penelitian saat ini mengenai kombinasi sistem pencahayaan buatan dan alami dengan FLC hanya berfokus pada kombinasi yang dilakukan dengan memperhatikan besar kecilnya kombinasi tersebut dalam sebuah bangunan, dan banyaknya porsi pengkombinasian intensitas cahaya dalam bangunan [5][6][7]. Selain itu beberapa penelitian hanya melakukan pengkombinasian dalam bentuk simulasi [8][5][9]. Padahal dalam penerapan sistem pencahayaan kombinasi ruangan juga dipengaruhi oleh konstruksi bangunan terisolasi atau tidak terisolasi, dan adanya interferensi cahaya pada sekitar ruangan.