Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, Vol. 10, No. 2, 2022: 215 – 228 215 Submitted : 20-07-2022 Revised : 25-07-2022 Accepted : 30-07-2022 Analisis Hubungan Kondisi Sanitasi Lingkungan Dan Perilaku Keluarga Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Pontianak Fatin Mawaddah 1 , Suci Pramadita 1 , dan Agustina Arundina Triharja Tejoyuwono 2 1. Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Tanjungpura 2. Program Studi Kedokteran Universitas Tanjungpura E-mail : fatinmawaddah99@gmail.com Abstract Incidence of DHF is closely related to environmental sanitation factors and behavior or family habits that can cause the breeding of the Aedes aegypti mosquito vector and become a disease problem that always occurs every year, including in Pontianak City which is an endemic area of DHF. This study aims to determine the relationship between environmental sanitation conditions and family behavior with the incidence of DHF in Pontianak City in 2020. This study is an observational study with an analytical descriptive design with a case control approach using a total sampling technique, namely taking the entire group of cases that have been exposed to DHF and to taking control groups or those who have never been exposed to DHF using matching with a ratio of 1:1 between the case and control groups. Based on the results of the analysis using statistical tests to obtain data on the relationship between water reservoirs (p = 0.002), waste disposal systems (p = 0.029), the habit of hanging clothes (p = 0.029), the presence of mosquito larvae (p = 0.049), drug use habits. Anti-mosquito (p=0.04) and there is no relationship between lighting (p=1,000) and the incidence of dengue hemorrhagic fever in Pontianak City. From the results of the study, it is hoped that the health agency will intensify Mosquito Nest Eradication (PSN) activities with periodic larval checks, and the community will pay more attention to PSN activities independently and regularly. Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever, Environmental Sanitation, Behavior. Abstrak Kejadian DBD erat kaitannya dengan faktor sanitasi lingkungan dan perilaku atau kebiasaan keluarga yang dapat menyebabkan perkembangbiakan vektor nyamuk Aedes aegypti dan menjadi masalah penyakit yang selalu terjadi di setiap tahun termasuk di Kota Pontianak yang termasuk daerah endemis DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kondisi sanitasi lingkungan dan perilaku keluarga dengan kejadian DBD di Kota Pontianak Tahun 2020. Penelitian ini bersifat observasional dengan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan case control menggunakan teknik total sampling yaitu pengambilan keseluruhan kelompok kasus yang pernah terkena DBD dan untuk pengambilan kelompok kontrol atau yang tidak pernah terkena DBD menggunakan matching dengan perbandingan 1:1 antara kelompok kasus dan kontrol. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji statistik mendapatkan data adanya keterkaitan antara tempat penampungan air (p=0,002), sistem pembuangan sampah (p=0,029), kebiasaan menggantung pakaian (p=0,029), keberadaan jentik nyamuk (p=0,049), kebiasaan penggunaan obat/anti nyamuk (p=0,04) dan tidak ada hubungan antara pencahayaan (p=1,000) dengan kejadian demam berdarah dengue di Kota Pontianak. Dari hasil penelitian diharapkan pihak instansi kesehatan lebih mengintensifkan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan pemeriksaan jentik berkala, dan masyarakat lebih memperhatikan kegiatan PSN secara mandiri dan teratur. Kata kunci: Demam berdarah dengue, Sanitasi Lingkungan, Perilaku.