Jurnal Esensi Infokom Vol 3 No. 2 Oktober 2019 27 Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Pemilihan Rumah Menggunakan Metode AHP Kusdarnowo Hantoro 1 , Dian Gustina 2 Universitas Bhayangkara Jaya Jl. Perjuangan No 1, Bekasi 1 kusdarnowo@dsn.ubharajaya.ac.id 2 dgustina77@gmail.com IntisariJumlah penduduk yang semakin meningkat berdampak pada semakin meningkatnya jumlah kebutuhan masyarakat akan kebutuhan perumahan. Pemenuhan kebutuhan masyarakat ini menjadi sangat penting mengingat fungsi rumah yang sangat vital sebagai tempat tinggal, sementara itu jumlah lahan / tanah yang tersedia relatif sangat terbatas. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui direktorat jendral pembiayaan perumahan memperkirakan hingga tahun 2025 angka kebutuhan rumah di indonesia mencapai 30 juta unit, sehingga kebutuhan rumah baru di perkirakan mencapai 1,2 juta unit per tahun. Proses pemilihan unit rumah biasanya tidak cukup sekali, proses pemesanan rumah di mulai dengan melakukan booking unit sebagai tanda jadi dilanjutkan dengan pembayaran uang muka, konsumen bisa menentukan proses pembayaran apakah secara cash atau melalui kredit bank atau KPR. Banyaknya pembatalan penjualan yang disebabkan penolakan pengajuan kredit dari bank maupun konsumen tersebut berubah pikiran dan terjadi pembatalan sepihak menyebabkan kerugian dari konsumen tersebut dengan hilangnya uang booking, untuk meminimalisir masalah tersebut diperlukan sebuah sistem pendukung keputusan yang dapat secara objektif memberikan solusi untuk mendapatkan rumah yang sesuai dengan kemampuan konsumen, mengacu kepada solusi yang akan diberikan analytical hierarchi prosess (AHP) dalam membantu membuat keputusan, seorang decision maker dapat mengambil keputusan tentang perumahan yang sesuai dengan kriteria yang di inginkan dan affordable secara objektif dengan membandingkan semua kriteria yang ada. Seiring dengan perkembangan penggunaan internet, akses terhadap situs-situs property online yang memudahkan dalam pengambilan keputusan. Kata kunciPerumahan, penjualan, KPR, AHP, kriteria, AbstractThe increasing number of population will increase the people's need for housing. Meeting the needs of this community becomes very important considering the house is very vital as a place to live, meanwhile the amount of land available is relatively very limited. The Ministry of Public Works and Public Housing through the directorate general of the housing budget until 2025 the number of housing needs in Indonesia reaches 30 million units, so the estimated new housing needs reach 1.2 million units per year. The process of selecting housing units is not enough, the process of booking a home starts by ordering a unit for the purchase of a down payment, consumers can determine the payment process for cash or through bank credit or mortgages. Many sales cancellations cancel credit from banks or consumers who change their minds and unilateral cancellations that cause losses from these customers by purchasing money, to minimize the problems needed by the support system, which can help, find solutions to find homes that are in accordance with consumer capabilities, support the solution that will be given analytical hierarchy process (AHP) in helping to make decisions, a decision maker can make decisions about housing in accordance with the desired criteria and affordable according to the objectives with the help of all that is there. Along with the development of internet usage, access to online property sites makes decision making easy.. KeywordsHousing,sales,Home credit, AHP, criteria I. PENDAHULUAN Pada era globalisasi saat ini pengetahuan tentang teknologi dan informasi tidak dapat dipisahkan dari kegiatan individu baik laki-laki maupun perempuan, besar maupun kecil, tua ataupun muda. Banyak sekali manusia dengan berbagai kegiatannya menggunakan teknologi untuk mempermudah pekerjaan mereka menjadi lebih efektif dan efisien. Fenomena teknologi informasi ini harus dicermati dengan baik, terutama untuk mendapatkan informasi yang diinginkan oleh manusia. Perumahan dan pemukiman merupakan kebutuhan dasar atau primer manusia dan mempunyai fungsi strategis dalam perannya peningkatan kualitas generasi yang akan datang[1]. Permintaan akan rumah memainkan peranan penting dalam mempengaruhi nilai pasar properti jenis perumahan. Hal ini di karenakan penawaran tanah untuk pembangunan terbatas dari segi keluasaan akan tetap dari segi permintaan selalu berubah dan bertambah. Permintaan konsumen terhadap rumah dipengaruhi oleh faktor faktor berikut, pertama yaitu lokasi, pertambahan penduduk, fasilitas transportasi dan sarana umum[2]. Keberadaan fasilitas tersebut membangun serta menarik minta investor yang selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan rumah di kawasan tersebut[1]. II. LATAR BELAKANG Banyaknya perumahan baru yg di tawarkan dari masing masing developer membuat calon pembeli harus selektif dan memerlukan waktu cukup lama dalam melakukan perbandingan. Kesulitan mendapatkan perumahan yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan memaksa calon pembeli harus