BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring meningkatnya kebutuhan di bidang konstruksi, kebutuhan material berupa batu kerikil/batu split semakin meningkat. Bahan material yang berasal dari alam ini lambat laun akan berkurang ketersediaannya, karena pesatnya pembangunan infrastruktur di Indonesia dan salah satunya adalah pembangunan gedung. Penggunaan struktur beton pada pembangunan gedung sangat populer digunakan di masyarakat. Beton sebagai bahan bangunan sudah lama digunakan dan diterapkan secara luas oleh masyarakat sebab memiliki keunggulan- keunggulan dibanding beberapa struktur lainnya yaitu memiliki kekuatan yang baik, tahan api, tahan terhadap perubahan cuaca, serta relatif mudah dalam pengerjaan. Terlepas dari beberapa keunggulan yang dimiliki, beton juga mempunyai kelemahan yaitu berat jenisnya tingi sehingga untuk beban mati struktur sangat besar, yaitu sebesar 2400 kg/m 3 . Karakteristik beton yang ada pada saat ini menghadirkan tantangan akan sebuah inovasi akan kebutuhan beton, diantaranya bersifat ramah lingkungan serta memiliki berat jenis yang rendah (beton ringan). Beton ringan merupakan beton yang memiliki berat jenis beton lebih kecil dari beton normal. Menurut SNI 03 2847 2002, beton ringan adalah beton yang mengandung agregat ringan dan mempunyai berat jenis beton tidak melebihi 1900 kg/m 3 brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Repository Universitas Negeri Jakarta