73 Jurnal Psikologi Konseling Vol. 11 No.2, Desember MODEL PENGEMBANGAN TEKNIK PEMBELAJARAN LIFE SKILL DENGAN SETTING GROUP UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU PROSOSIAL MAHASISWA BIMBINGAN KONSELING FKIP UNIVERSITAS MUHAMADIYAH PROF.DR. HAMKA Eka Heriyani, Chandra Dewi S. Nuraini Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka Email: eka@konselor.org, chandra26dewi@gmail.com, aini.regar@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku prososial mahasiswa BK FKIP UHAMKA melalui model pengembangan teknik pembelajaran Life Skill dengan Setting Group. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan treatment kepada mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling UHAMKA yang memiliki perilaku prososial yang rendah. Metode yang digunakan adalah teknik pembelajaran life skill untuk menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam kehidupan secara lebih efektif. Kecakapan hidup mencakup empat jenis, yaitu: (1) kecakapan mengenal diri; (2) kecakapan berpikir; (3) kecakapan sosial; dan (4) kecakapan akademik. Temuan dari penelitian ini adalah: (1) terdapat perbedaan yang signifikan antara perilaku prososial mahasiswa BK FKIP UHAMKA pada pretest dan posttest kelompok eksperimen; (2) terdapat perbedaan yang tidak signifikan antara perilaku prososial mahasiswa BK FKIP UHAMKA pada pretest dan posttest mahasiswa BK FKIP kelompok kontrol; (3) terdapat perbedaan yang signifikan antara perilaku prososial mahasiswa BK FKIP UHAMKA pada posttest kelompok kontrol dengan posttest kelompok eksperimen. Berdasarkan temuan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa perilaku prososial mahasiswa BK FKIP UHAMKA dapat ditingkatkan melalui bimbingan kelompok dengan teknik pembelajaran life skill. Kata Kunci: Perilaku Prososial; Life Skill; Bimbingan Kelompok PENDAHULUAN Perilaku prososial sangat diperlukan bagi setiap anak, Perilaku prososial mencakup segala bentuk tindakan yang menguntungkan dan dilakukan untuk menolong orang lain, tanpa memperdulikan motif-motif penolong. Perilaku prososial bermanfaat bagi remaja dalam interaksi sosial mereka. Hal ini yang membuat perilaku prososial menjadi bagian atau norma sosial. Tiga norma yang paling penting di dalamnya adalah tanggung jawab sosial, timbal balik dan keadilan sosial (Sears, Freedman, dan Peplau,2005:50). Termasuk di dalamnya berkaitan dengan budi pekerti, dalam penelitian Agus Maemun (2012:2). Perilaku prososial merupakan kemampuan individu perilaku yang dilakukan secara sukarela maupun direncanakan untuk menolong orang lain, baik secara materi maupun psikologis untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik, tanpa memperdulikan motif-motif si penolong dan memberikan keuntungan bagi penerima bantuan. Dimana tercakup di dalamnya simpati, kerjasama, menolong, dermawan, jujur, dan membantu atau memberi sesuatu. Untuk itu salah satu usaha yang bisa meningkatkan perilaku prososial dengan memberikan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan model life skill.