Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitektur & Teknik Sipil) Vol. 5 Oktober 2013 Bandung, 8-9 Oktober 2013 ISSN: 1858-2559 Pratiwi & Tesniwati, Pengaruh Penerapan IFRS… E-209 PENGARUH PENERAPAN IFRS TERHADAP KINERJA BANK MELALUI TATA KELOLA PERBANKAN YANG BAIK 1 Caecilia Widi Pratiwi 2 Rini Tesniwati 1 Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma (widi@staff.gunadarma.ac.id) 2 Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma (rinitw@staff.gunadarma.ac.id) Jl. Akses UI Kelapa Dua Depok Abstrak Era globalisasi membawa dampak diperlukannya standar akuntansi global yang sama antara semua Negara. Dengan standar yang baik dan tata kelola yang baik, maka diharapkan kinerja perusahaan juga akan semakin baik. Perusahaan perbankan merupakan perusahaan yang paling banyak aturannya. Hal ini terjadi karena perbankan mengandalkan kepercayaan nasabah terhadap bank, untuk kelangsungan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan standar akuntansi internasional (IFRS) di sektor perbankan berpengaruh terhadap CAR dan ROA bank, melalui GCG. Tiga variabel yang dimuat yaitu penerapan IFRS diproksi dengan penerapan PSAK 16 (revisi 2007), GCG diproksi dengan indeks komposit GCG, kinerja bank diproksi dengan CAR dan ROA. Survei dilakukan terhadap 22 bank umum yang aktif di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan teknik purposive sampling. Unit analisis adalah laporan tahunan emiten bank periode 2007-2011, yang diperoleh dari Pusat Referensi Pasar Modal, Indonesia Capital Market Directory, Bank Indonesia dan Laman Bank. Data sekunder yang terkumpul dianalisis secara statistik deskriptif dan verifikatif terhadap tiga hipotesis menggunakan analisa jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan IFRS dapat meningkatkan GCG dan ROA perbankan publik di Indonesia, dan penerapan IFRS melalui GCG dapat meningkatkan ROA perbankan publik di Indonesia. Kata kunci: IFRS, CAR, ROA, Good Corporate Governance, laporan keuangan PENDAHULUAN Globalisasi perdagangan antar negara dan operasional perusahaan multinasional menuntut kebutuhan ada- nya suatu standar akuntansi yang berlaku luas di seluruh dunia. Beberapa alasan perlunya penerapan Standar Akuntansi Internasional (SAI) adalah: (1) untuk meningkatkan transparansi, (2) laporan keuangan dapat lebih diperbandingkan, (3) kualitas laporan keuangan lebih baik, (4) kian rendahnya biaya penyajian laporan keuangan, (5) efisiensi dalam pengambilan keputusan investasi dan (6) semakin rendahnya biaya modal perusa- haan (Tarca, 2004). Standar akuntansi yang berlaku global tersebut disebut dengan International Financial Report- ing Standard (IFRS). IFRS merupakan standar akuntansi global yang telah diterima dan didukung lebih dari 120 negara serta badan/organisasi inter- nasional. Langkah strategis menuju keseragaman pelaporan keuangan di sektor swasta ini merupakan agenda uta- ma Profesi Akuntan skala global (Ikatan Akuntan Indonesia, 2012). Sektor perbankan merupakan salah satu sektor industri dari 9 sektor industri yang terdaftar di BEI. Sektor perbankan mempunyai jumlah perusahaan yang terdaftar di BEI relatif sedikit, tetapi market capitalizationnya merupakan brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Gunadarma University: Ejournal UG