Pros. Seminar Pend. IPA Pascasarjana UM Vol. 2, 2017, ISBN: 978-602-9286-22-9 271 Profil Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik pada Materi Usaha dan Energi Rikardus Feribertus Nikat 1* , Parno 1 , Eny Latifah 1 1 Pascasarjana Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang Jl. Semarang, No 5 Malang *E-mail: rikard435@gmail.com Abstrak: Kemampuan pemecahan masalah sangat penting bagi peserta didik dalam memahami prosedural dan konseptual materi fisika. Peserta didik memahami fisika bukan hanya perhitungan matematisnya tetapi juga konsep dasar yang mendasari prosesnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampun peserta didik dalam memecahkan permasalahan fisika. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik observasi dan tes. Subyek penelitian adalah 45 peserta didik kelas XII MIA SMA Negeri 1 Langke Rembong yang sudah mempelajari topik usaha dan energi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah, lembar observasi, dan lembar wawancara pada peserta didik dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan memecahkan masalah fisika peserta didik perlu ditumbuhkembangkan lagi melalui beberapa bantuan representasi seperti gambar, persamaan, grafik dan tabel, disamping guru sebagai fasilitator peserta didik melalui pembelajaran aktif. Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Representasi, Usaha dan Energi Fisika merupakan cabang ilmu yang secara spesifik mempelajari fenomena alam semesta yang banyak diterapkan dalam bidang sains terapan dan teknik. Salah satu topik ilmu fisika yang dipelajari pada level menengah maupun perguruan tinggi adalah usaha dan energi. Kajian materi pada topik ini lebih spesifik membahas tentang konsep serta prinsip dasar mekanika yang berkaitan dengan gerak, gaya, perpindahan dan sistem gaya konservatif (Serway, 2014; Kemdikbud 2016). Pada level menengah (SMA), materi usaha dan energi terdiri dari beberapa sub pokok bahasan meliputi konsep usaha akibat gaya, perkalian dot product gaya dan perpindahan, teorema usaha energi (Kinetik dan mekanik), hukum kekekalan energi. Materi ini membutuhkan pendekatan dan prosedur khusus dalam memahaminya. Hal tersebut didasarkan bahwa konsep usaha dan energi saling berkaitan dengan materi lain seperti impuls dan momentum, kinematika newtonian. Peserta didik memiliki kecenderungan memahami konsep usaha dan energi berdasarkan hasil kajian matematisnya saja tanpa memperhatikan maknanya secara fisis dan prosedur yang tepat untuk menyelesaikan permasalahannya (Ibrahim &Robello 2012). Kesulitan utama dalam memahami materi materi usaha dan energi membutuhkan pengetahuan yang kompleks dengan terlebih dahulu mengaitkan topik ini dengan konsep gaya, gerak dan hukum newton (Trumper, 1991; Heller 2013). Oleh karena itu, dalam membelajarkan konsep usaha dan energi, instruktur dapat memilih kombinasi pembelajaran kontekstual berbasis masa (Han et al., 2016). Hal tersebut dapat membantu peserta didik mengintegrasikan pendekatan kuantitatif (formulasi) dan kualitatif (makna fisis) dalam memahami materi usaha dan energi (Chen, 2015). Pengembangan kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu elemen penting dalam memahami konsep fisika (Heuvalen & Zou, 2001; Gok, 2010; Docktor,et al., brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Graduate School Conferences, Universitas Negeri Malang