1399 Tersedia secara online EISSN: 2502-471X Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 1 Nomor: 7 Bulan Juli Tahun 2016 Halaman: 13991404 PENGARUH PENGGUNAAN MODUL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Efi Nilasari, Ery Try Djatmika, Anang Santoso Pendidikan Dasar Pascasarjana-Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang. E-mail: cahayalintang90@yahoo.co.id Abstract: The objective of this study to determine the effect of contextual learning moduls use student achievement of students in grade V in charge of thematic material in SD Muhammadiyah 9 Malang. The type of research is a quasi-experimental design in nonequivalent control group design. Subjects of research were 42 students of grade V. The instrument used is a multiple choice in 10 itemss. The analysis using data independent T test aided IBM SPSS 21. The results of this study show the influence of contextual learning module on learning outcomes of students in grade V in charge thematic. Keywords: contextual learning, modules, student achievement Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan modul pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar siswa kelas V pada muatan materi tematik di SD Muhammadiyah 9 Malang. Jenis penelitian ini yaitu kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian berjumlah 42 orang siswa kelas V. Instrument yang digunakan yaitu tes pilihan ganda yang berjumlah 10 butir. Analisis data yang digunakan menggunakan uji T independent berbantuan IBM SPSS 21. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh modul pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar siswa kelas V pada muatan tematik. Kata kunci: pembelajaran kontekstual, modul, dan hasil belajar Pendidikan adalah suatu usaha membina dan mengembangkan pribadi manusia, baik menyangkut aspek rohaniah dan jasmaniah. Esensi pendidikan secara substansial merupakan upaya normatif untuk mengembangkan fitrah manusia melalui konsep dasar pendidikan, yaitu nilai instrinsik yang menjadi landasan pendidikan dalam memelihara aspek-aspek yang berhubungan dengan perubahan tingkah laku dan perbaikan moral anak didik Ilahi (2012). Agar tercipta suasana pendidikan yang sesuai serta dapat mendukung proses kegiatan belajar mengajar, maka perlu suatu strategi pengelolaan serta penggunaan bahan ajar yang mendukung serta tepat dalam pembelajaran. Salah satunya adalah pemilihan suatu model pembelajaran serta bahan ajar yang berbasis kontekstual. Model pembelajaran yang mampu mengakomodasi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan. Salah satunya ialah model pembelajaran kontekstual. Menurut Johnson (2002) pembelajaran kontekstual merupakan suatu sistem yang menyeluruh yang saling terhubung satu sama lain yang memiliki prinsip saling ketergantungan, yakni anatara para pendidik dengan siswa, masyarakat, dan lingkungan sekitar. Hal tersebut memungkinkan mereka untuk membuat sebuah hubungan dalam semua hal yang mereka lakukan. Prinsip saling ketergantungan tersebut menuntut bahwa sekolah merupakan sebuah sistem kehidupan, bagian-bagian sistem tersebut, di antaranya, para koki, para guru, para siswa, tukang sapu, tukang kebun, pegawai administrasi, sopir bus, sekretaris, orangtua, dan teman- teman serta masyarakat, semua yang terdapat di dalamnya merupakan satu kesatuan lingkungan belajar yang memiliki keterhubungan satu sama lain. Selaras dengan pendapat Sulistiyono (2010) pembelajaran kontekstual merupakan sebuah konsep kegiatan belajar yang memberikan kemudahan guru mengaitkan muatan materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa yang pada akhirnya mendorong siswa untuk membuat sebuah hubungan pengetahuan yang dimilikinya dengan implementasi dalam kehidupan sehari-hari siswa sebagai anggota keluarga serta masyarakat. Pada pembelajaran kontekstual siswa dipandang sebagai individu yang berkembang mencari keterkaitan suatu perihal yang baru didapatkannya maupun suatu hal yang belum diketahuinya. Menurut Komalasari (2013) CTL adalah pembelajaran yang mengimplementasikan suatu konsep keterhubungan, konsep pengalaman belajar secara langsung, konsep menerapkan, konsep kerjasama, konsep pengaturan diri serta konsep penilaian auntentik yang juga diperhatikan. Pernyataan tersebut senada dengan pernyataan Sardiman (2003) yang menyatakan bahwa pembelajaran kontekstual merupakan pembelajaran yang mendorong siswa untuk mengerti makna dari belajar serta manfaat dari belajar untuk bekal di masa depannya kelak. Konsep pembelajaran yang memudahkan guru menghubungkan materi yang