133 Wilhelmus Terang Arga Sanjaya et al.: Eksplorasi Bakteri yang Berpotensi sebagai Pengendali Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura) ... Eksplorasi Bakteri yang Berpotensi sebagai Pengendali Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura) (Exploration of Potential Bacteria as Biological Control of Spodoptera litura) Wilhelmus Terang Arga Sanjaya 1) , Desak Ketut Tristiana Sukmadewi 2) , Fahrizal Hazra 1) , Aisamrotul Hasanah 1) , dan Dwi Andreas Santosa 1) 1) Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jln. Meranti Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia 16680 2) Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa, Jln. Terompong No 24, Denpasar, Indonesia 80239 E-mail: tristianasukmadewi@yahoo.com Diterima: 4 Agustus 2020; direvisi: 12 November 2020; disetujui: 1 Desember 2020 ABSTRAK. Usaha pengendalian hama ulat grayak (Spodoptera litura) di tingkat petani masih mengandalkan pestisida sintetik. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi bakteri potensial pengendali hama ulat grayak (S. litura) dan menguji ketahanan bakteri potensial pada bahan pembawa kompos dan zeolit. Isolat tanah diisolasi dari tiga jenis sumber, yaitu sampel tanah daerah rhizosfer (padi, kelapa sawit, terung, jagung), sampel buah busuk (kakao, kelapa sawit, jambu air), dan sampel bangkai serangga (ulat api, belalang, kumbang tahi, kupu-kupu) yang diambil dari kawasan Dramaga dengan metode purposive sampling. Penelitian di laboratorium meliputi isolasi bakteri, uji patogenitas, pewarnaan gram, pengamatan morfologi koloni, uji toksisitas, uji biokimia, dan uji bahan pembawa. Berdasarkan penelitian ini didapatkan dua strain yang berpotensi sebagai agens biokontrol dengan kemampuan membunuh hama yang tinggi pada pengujian toksisitas tahap kedua, yaitu IRJ 10 (tingkat kematian 90%) dan ISU 4 (tingkat kematian 100%). Kedua isolat ini merupakan anggota genus Bacillus. Pada uji bahan pembawa kompos dan zeolit, penurunan jumlah sel bakteri pengendali hama paling tinggi adalah pada bahan pembawa zeolit dibandingkan dengan menggunakan bahan pembawa kompos. Jumlah sel bakteri pengendali hama pada masa penyimpanan 3 minggu masih di atas 108 CFU/g. Kata kunci: Bakteri; Bahan pembawa; Ekplorasi; Agens pengendali hama; Ulat grayak (Spodoptera litura) ABSTRACT. The efort to control the Spodoptera litura at the farm level still used synthetic pesticides. This research aimed to explore potential bacteria as biological control of S. litura and do viability test of potential bacteria on compost and zeolite carrier. Soil potential bacteria had been isolated from three sources, including rhizosphere soil samples (rice, oil palm, eggplant, corn), rotten fruit samples (cocoa, oil palm, water), and insect samples (freworms, locusts, dung beetles, butterfies) taken from Dramaga area with the purposive sampling method. Stages of laboratory study include isolation of bacterial isolates, pathogenicity tests, gram staining, colony morphology observation, toxicity test, biochemical test, and viability test. Two strains that have potential as biocontrol agents with a high ability to kill pests in the second stage of toxicity testing are IRJ 10 (90% mortality rate) and ISU 4 (100% mortality rate). Both of these isolates are members of the genus Bacillus. The highest number of viability was found in zeolite carriers. The number of bacterial cells in the three-week storage period is still above 108 CFU/g. Keywords: Bacteria; Carrier; Exploration; Pest control agents; Spodoptera litura Ulat grayak (S. litura F.) merupakan salah satu hama daun yang penting karena mempunyai kisaran inang yang luas, meliputi kedelai, kacang tanah, kubis, ubi jalar, kentang, cabai, lada, mentimun, dan kubis (Date & Date 2016: Kousar, Bano & Khan 2020; Kumar et al. 2010; Punithavalli, Sharma & Rajkumar 2014; Song et al. 2017; Tuan, Lee & Chi 2013; Tuan et al. 2015; Xue et al. 2010; Yeh et al. 1997). Spodoptera litura menyerang tanaman budidaya pada fase vegetatif, yaitu memakan daun tanaman muda sehingga tinggal tulang daun saja. Pada fase generatif, S. litura memakan polong-polong muda seperti pada komoditi kacang tanah, kacang hijau, dan kedelai (Budi, Afandi & Puspitarini 2007; Hendrival, Latifah & Hayyu 2013). Spodoptera litura merupakan serangga hama yang terdapat di banyak negara seperti Indonesia, India, Jepang, Cina, dan negara-negara lain di Asia Tenggara (Sintim, Tashiro & Motoyama 2009). Kehilangan hasil akibat serangan hama tersebut dapat mencapai 80%, bahkan gagal panen jika tidak dikendalikan (Marwoto & Suharsono 2008). Hama ini bersifat polifag atau mempunyai kisaran inang yang cukup luas atau banyak inang sehingga agak sulit dikendalikan. Upaya pengendalian hama di tingkat petani hingga kini masih mengandalkan insektisida sintetik. Sebagian besar petani menggunakan insektisida dengan cara yang kurang tepat, baik jenis maupun dosisnya, bahkan 71% petani menggunakan insektisida yang tidak direkomendasikan (Baehaki & Mejaya 2014). Penggunaan pestisida yang kurang tepat tersebut