Jurnal Keperawatan Silampari Volume 5, Nomor 1, Desember 2021 e-ISSN: 2581-1975 p-ISSN: 2597-7482 DOI: https://doi.org/10.31539/jks.v5i1.2951 541 KONSELING GIZI TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU MAKAN, INDEKS MASSA TUBUH DAN LEMAK TUBUH PADA ANAK OVERWEIGHT DAN OBESITAS Rina Hasniyati 1 , Ismanilda 2 Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Padang 1,2 rinahasniyati43@gmail.com 1 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh konseling gizi terhadap perubahan perilaku makan, indeks massa tubuh dan lemak tubuh pada anak overweight dan obesitas. Penelitian ini merupakan penelitian randomized controlled trial. Hasil penelitian diketahui bahwa persentase laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan yaitu 51,9 %, sedangkan persentase umur responden paling banyak adalah 14 tahun yaitu sebanyak 46,2 %. Simpulan, adanya perbedaan yang bemakna antara asupan energi sebelum dan sesudah pemberian konseling gizi, namun tidak ada perbedaan dengan frekuensi karbohidrat maupun frekuensi lemak. Pemberian konseling gizi dapat merubah perilaku makan berdasarkan asupan energi. Kata Kunci: Konseling Gizi, Perilaku Makan, Obesitas, Overweight ABSTRACT This study aims to examine the effect of nutritional counseling on changes in eating behavior, body mass index, and body fat in overweight and obese children. This study is a randomized controlled trial. The results showed that the percentage of men was more than women, namely 51.9%, while the rate of respondents' age at most was 14 years, which was 46.2%. In conclusion, there is a significant difference between energy intake before and after the provision of nutritional counseling. Still, there is no difference in the frequency of carbohydrates and fat. Providing nutritional counseling can change eating behavior based on energy intake. Keywords: Nutrition Counseling, Eating Behavior, Obesity, Overweight PENDAHULUAN Saat ini dunia sedang mengalami masalah gizi ganda yang dipicu oleh meningkatnya jumlah populasi dengan status gizi lebih, yaitu gemuk (overweight) dan obesitas. Prevalensi obesitas pada anak di beberapa kota besar di Indonesia berkisar 2,1 – 2,5% dengan proporsi laki-laki lebih besar dibanding wanita (Kementerian Kesehatan, 2018a). Riskesdas tahun 2018 prevalensi gemuk pada remaja usia 13-15 tahun adalah sebesar 10,8 % dan di Sumatera Barat sebesar 10,4 % sedangkan Kota sebesar 9,5 %. Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Adzkia di kecamatan Kuranji merupakan salah satu sekolah yang memiliki kejadian overweight dan obesitas tertinggi yaitu sebesar 7,4 % (Kementerian Kesehatan, 2018b).