ANALISIS STRESS DAN KELELAHAN KERJA BERDASARKAN SHIFT (STUDI KASUS PADA KARYAWAN ALFAMART TANGSI) 78 DOI: https://doi.org/10.35261/barometer.v7i2.6405 ISSN: 1979-889X (cetak), ISSN: 2549-9041 (online) http://www.journal.unsika.ac.id ANALISIS PERBEDAAN STRESS DAN KELELAHAN KERJA BERDASARKAN SHIFT (STUDI KASUS PADA KARYAWAN ALFAMART TANGSI) ANALYSIS OF THE DIFFERENCES OF WORK STRESS AND FATIGUE BASED ON SHIFT (CASE STUDY ON ALFAMART TANGSI EMPLOYEES) 1 Mochamad Ilham Aziz*, 2 Ade Momon, 3 Risma Fitriani 1, 2, 3 Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang 1 1710631140106@student.unsika.ac.id, 2 ade.momon@unsika.ac.id, 3 risma.fitriani@ft.unsika.ac.id I. PENDAHULUAN Pada era globalisasi saat ini, dunia industri berkembang begitu cepat. Perusahaan berlomba-lomba menciptakan sistem produksi dan pelayanan menggunakan teknologi ter-update yang berfungsi untuk meningkatkan keefektifan dan keefisienan kerja namun tetap memenuhi kebutuhan pasar dan menghasilkan keuntungan yang tinggi. Namun, tentunya hal ini berefek pada kondisi pekerja dimana risiko penyakit dan kecelakaan kerja terus meningkat setiap tahunnya. Data terbaru yang diperoleh dari International Labor Organization (ILO), lebih dari 2,78 juta pekerja di dunia meninggal setiap tahunnya. Sebanyak 2,4 juta (86,3%) diantaranya disebabkan oleh penyakit akibat pekerjaan, sedangkan sisanya sebanyak 380.000 (13,7%) pekerja disebabkan kecelakaan di tempat kerja [1]. Data di Indonesia menurut Kementerian Ketenagakerjaan I N F O A R T I K E L Diterima: 18 Maret 2022 Direvisi: 12 Mei 2022 Disetujui: 17 Mei 2022 Kata Kunci: 30 Item of Rating Scale, Kelelahan Kerja, One Way ANOVA, OSI-R TM , Stress Kerja. Keywords: 30 Item of Rating Scale, One Way ANOVA, OSI-R TM , Work Fatigue, Work Stress. A B S T R A K Aktivitas dan paparan yang berhubungan dengan pekerjaan membuat tubuh rentan terhadap kelelahan. Kelelahan adalah respons tubuh terhadap aktivitas dan paparan yang berhubungan dengan pekerjaan. Bahaya psikososial, pada dasarnya stress kerja dengan gejala seperti sering menguap, lelah, haus, dan sulit berkonsentrasi, merupakan respons umum terhadap intensitas pekerjaan yang tinggi. Biasanya, pekerjaan dijadwalkan dalam shift, pekerjaan musiman, pekerjaan akhir pekan, dan lembur, yang menyebabkan pekerja mengalami kelelahan dan kualitas hidup yang buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan stress dan kelelahan kerja menggunakan pembagian shift kerja di Alfamart Tangsi Cikarang. Alfamart ini menerapkan 2 shift kerja yaitu pagi dan siang. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan wawancara dan kuesioner kepada karyawan yang berjumlah 4 orang. Kuesioner tekanan kerja menggunakan metode OSI-R TM sedangkan kelelahan kerja menggunakan 30 Items of Rating Scale. One Way ANOVA digunakan untuk menguji data kuesioner. Hasil uji stress kerja menunjukkan tingkat signifikansi 0,375 (p>0,05) yang artinya tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik rata-rata stress kerja antara shift pagi dan siang. Kriteria signifikansi kelelahan kerja sebesar 0,295 (p>0,05), menunjukkan bahwa secara statistik tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik rata-rata tingkat kelelahan kerja antara shift pagi dan siang. Tidak terlihatnya perbedaan pembagian shift di lokasi Alfamart Tangsi, menunjukkan bahwa staf tidak mengalami kesulitan dalam pembagian shift pagi dan siang. A B S T R A C T Work-related activities and exposures make the body susceptible to exhaustion. Fatigue is the body's response to work-related activities and exposures. Psychosocial dangers, essentially job stress with symptoms such as frequent yawning, tiredness, thirst, and difficulties concentrating, are the general response to the high intensity of work. Typically, a job is scheduled in shifts, seasonal employment, weekend work, and overtime, which causes workers to experience exhaustion and a poor quality of life. The purpose of this study was to determine the ratio of work stress and work fatigue using the division of work shifts at Alfamart Tangsi Cikarang. This Alfamart applies 2 work shifts, namely morning and afternoon. This research was conducted by conducting interviews and questionnaires to 4 employees. The work pressure questionnaire uses the OSI-R TM method while the work fatigue uses the 30 Items of Rating Scale. One Way ANOVA was used to test the questionnaire data. The results of the work stress test show a significance level of 0.375 (p>0.05), which means that there is no statistically significant difference in the average work stress between the morning and afternoon shifts. The criterion for the significance of work fatigue is 0.295 (p>0.05), indicating that there is no statistically significant difference in the average level of work fatigue between the morning and afternoon shifts. There is no visible difference in the distribution of shifts at the Tangsi Alfamart location, indicating that the staff does not experience difficulties in dividing the morning and afternoon shifts. *Corresponding author: 1710631140106@student.unsika.ac.id