173 Mengungkap HarMoni uMat islaM di kantong Mayoritas kristen nusa tenggara tiMur (ntt) Jurnal Multikultural & Multireligius Vol. 15 No. 3 Jurnal Multikultural & Multireligius Vol. 15 No. 3 telaaH pustaka Mengungkap Harmoni Umat Islam di Kantong Mayoritas Kristen Nusa Tenggara Timur (NTT) Edi Junaedi Puslitbang Kehidupan Keagamaaan, Balitbang dan Diklat Kemenag RI, Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat ediunaedi11976@gmail.com Artikel diterima 20 Desember, diseleksi 20 Desember, dan disetujui 22 Desember 2016 Judul : Wacana Identitas Muslim Pribumi NTT Penulis : Philips Tule, Fredrik Doeka, Ahmad Atang (Editor) ISBN : 978-602-1161-06-7 Tebal : viii+380 hlm. Cetakan : I, Mei 2016 Penerbit : Ledalero Maumere, Flores NTT Indonesia memang dikenal sebagai negara yang berpenduduk muslim terbesar di dunia. Namun, secara demografs fakta mayoritas muslim itu tidak tercermin pada seluruh provinsi yang ada. Pada sebagian provinsi, muslim secara statistik dikategorikan minoritas, termasuk di dalamnya Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut hasil sensus penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010, peta penyebaran umat Islam dari 34 (tiga puluh empat) provinsi di Indonesia, 15 (lima belas) provinsi memiliki persentase di atas 90% dari jumlah penduduk masing- masing provinsi. Provinsi Nangroe Aceh Darussalam memiliki persentase tertinggi yaitu mencapai 98,19%. Sementara itu, sebanyak 5 (lima) provinsi meliliki persentase di bawah 50% dari jumlah penduduk masing-masing provinsi. Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki persentase terkecil yang mencapai 9,05%. (http://www.dokumenpemudatqn. com/2013/07/persentase-jumlah-umat- islam-berbagai.html, diakses 19 Desember 2016). Fakta NTT sebagai wilayah minoritas muslim menjadi obyek menarik yang coba dikupas dalam buku hasil penelitian ini. Dengan judul “Wacana Identitas Muslim Pribumi NTT”, Philipus Tule dkk. mengungkap hasil penelitiannya yang menemukan eksistensi muslim yang minoritas tadi dalam perjalanan sejarah budaya masyarakat NTT. Hanya saja, sebagaimana dielaskan oleh editor buku ini (Philipus Tule) dalam prolognya, istilah “minoritas” dalam buku ini hanya dalam arti minoritas statistik di wilayah bersangkutan. Penggunaan istilah, menurutnya, ini tidak bermaksud untuk mendefnisikannya atas dasar perbedaan kekuasaan dan pengalaman dirugikan oleh kaum mayoritas, seperti yang dianut sosiolog Robin Williams dalam bukunya Stranger Next Door (1964: 304), “Minoritas adalah setiap pemilahan secara budaya (atau agama) atau secara fsik serta agregasi kesadaran sosial, dengan keanggotaan secara turun-temurun dan dengan tendensi endogami yang tinggi, yang menjadi sasaran diskriminasi politik, ekonomi, sosial, atau agama oleh suatu segmen dominan dalam lingkup masyarakat politik tertentu” (Hal. 2).