1 | Seminar Nasional Pendidikan Sains 2019 PENGARUH EKSTRAK KULIT BIJI METE (Anacardium occidentale L) TERHADAP SIKLUS ESTRUS TIKUS ALBINO (Rattus norvegicus Berkehout 1769) Harlita (1), Dewi Puspita Sari (1) 1 Pendidikan Biologi FKIP UNS Surakarta, 57126 Email Korespondensi: harlita@staff.uns.ac.id Abstrak Kulit biji mete mempunyai kandungan bahan aktif senyawa fenolik yang disebut minyak laka (cashew nut shell liquid/ CNSL). Beberapa penelitian yang telah dilakukan didapat ekstrak kulit biji mete mempunyai aktifitas sitotoksik dan estrogenik, mempengaruhi kadar hormon estradiol dan struktur histologis ovarium. Ekstrak ini juga mempengaruhi ekspresi Cyp19aromatase, enzim yang berperan dalam mengubah androgen menjadi estrogen. Siklus estrus dipengaruhi oleh hormone reproduksi, gangguan pada siklus estrus akan mempengaruhi fertilitas, sehingga ekstrak ini mempunyai potensi sebagai bahan kontrasepsi alami. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kulit biji mete terhadap siklus estrus tikus albino. Penelitian merupakan penelitian eksperimental di laboratorium. Hewan uji adalah tikus albino galur Wistar umur 6 minggu sejumlah 30 ekor. Perlakuan berupa pemberian ekstrak kulit biji mete 250 mg/kg berat badan (bb) dan 500 mg/kg bb, tikus kontrol diberi larutan CMCNa 0,5%. Waktu perlakuan selama 5 kali siklus estrus. Pemeriksaan siklus estrus dilakukan setiap hari selama perlakuan dengan teknik ulas vagina (vaginal smear) dan setiap kali estrus dilakukan penimbangan berat badan tikus. Analisis data menggunakan analisis varians (Anava). Hasil analisis data didapat bahwa pemberian ekstrak kulit biji mete berpengaruh signifikan terhadap siklus estrus tikus albino pada masing-masing perlakuan dibanding kontrol. Pemberian ekstak tidak mempengaruhi berat badan tikus. Kata kunci: siklus estrus, berat badan tikus, ulas vagina (vaginal smear) Pendahuluan Pengaturan pertumbuhan penduduk merupakan salah satu usaha pemerintah untuk mengatasi pertambahan penduduk yang cepat. Salah satu cara dengan menggunakan kontrasepsi, baik alami maupun sintetis. Indonesia kaya dengan beragam tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai kontrasepsi alami, salah satunya adalah mete (Anacardium occidentale L), terutama kulit biji yang merupakan limbah. Kulit biji mete telah diteliti kandungan dan manfaatnya. Kandungan ekstrak kulit biji mete berupa minyak laka (Cashew nut shell liquid/ CNSL) (Lilia et al., 1991), merupakan senyawa fenolik. Hasil isolasi CNSL sebagian besar (70-90%) mengandung asam anakardat, 15- 25% kardol, sisanya kardanol dan 2 metil kardanol (Sulivan et al., 1982; Kubo et al., 2005; Simpen, 2008). Pemberian ekstrak kulit biji mete pada keong mas (Pomacea sp) betina dewasa mempengaruhi struktur ovarium dengan tidak ada perkembangan sel folikel (Harlita, 2004). Asam anakardat mempunyai aktivitas antiimplantasi dan antifertilitas (Prasad et al., 2007). Penelitian Harlita, dkk (2012) terdapat hubungan yang signifikan antara kadar hormon estradiol dan tebal endometrium. Pemberian ekstrak kulit biji mete juga mempengaruhi struktur histologis uterus (Harlita dkk, 2015). Harlita, et al. (2016) telah meneliti toksisitas kulit biji mete. Pengamatan kualitatif gejala toksik tikus putih betina setelah pemberian eskrak kulit biji mete, pada kelompok yang diberi dosis esktrak etanolik sebesar 2,5 hingga 250 mg/kgbb tidak terlihat adanya gejala toksik. Namun pengamatan terhadap tikus yang diberi dosis cekok ekstrak etanolik 2.500 mg/kgbb terjadi peningkatan aktifitas gerak, gelisah, peningkatan bernafas, sekresi cairan dari mukus dan hidung. Tikus tampak meregangkan badan dan beristirahat di sudut kandang, tikus mulai menutup mata dan terlihat tenang, akhirnya mengalami kematian. Ekstrak kulit biji mete juga mempengaruhi ekspresi cyp19 aromatase tikus albino betina yaitu menurunkan jumlah folikel (Harlita, 2016). brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by FKIP UNS Journal Systems