JURNAL TEKNIK ITS Vol. 7, No. 1, (2018) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) D32 AbstrakMeningkatnya jumlah penduduk Kota Surabaya dari tahun ke tahun mengakibatkan ketersediaan lahan kosong yang semakin sempit. Sebagian besar penduduk Kota Surabaya mempercayai pemakaman sebagai perlakuan terhadap jenazah. Namun, saat ini kondisi lahan makam di Kota Surabaya semakin penuh dan beberapa makam telah menerapkan sistem tumpang. Disamping pemakaman, terdapat beberapa agama yang mempercayai kremasi sebagai perlakukan terhadap jenazah. Pemerintah Kota Surabaya memiliki keinginan untuk memfasilitasi dan melayanai warga Surabaya yang membutuhkan kremasi sebagai perlakuan terhadap jenazah. Untuk mewujudkan hal tersebut Pemerintah Kota Surabaya membangun Krematorium Keputih di Jalan Keputih Tegal, Sukolilo Surabaya. Tarif retribusi kremasi yang akan diberlakukan telah tertuang pada Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat dimana tarif tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan tarif kremasi pada Krematorium Jala Pralaya Juanda dan Krematorium Eka Praya di Jalan Kembang Kuning, Kota Surabaya. Penelitian ini menganalisis apakah pembangunan Krematorium Keputih Surabaya layak dalam hal aspek pasar, teknis, maupun finansial. Investasi pembangunan krematorium telah menghabiskan biaya sebesar Rp 10.717.808.167. Analisis finansial dilakukan menggunakan tiga skenario dimana hasil dari ketiga skenario tersebut menunjukkan bahwa Krematorium Keputih tidak layak secara finansial untuk operasional 10 tahun ke depan. Kata Kunci Penduduk, Kematian, Krematorium, Kelayakan. I. PENDAHULUAN INAS Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya mencatat bahwa Kota Surabaya kelebihan penduduk hingga 800 ribu jiwa dari idealnya pada tahun 2010 dimana idealya adalah 2,1 juta penduduk, namun pada tahun 2010 telah mencapai 2,9 juta penduduk [1]. Salah satu penyebab dari naiknya jumlah penduduk adalah serbuan penduduk kota lain ke Surabaya, disusul dengan angka kelahiran [2]. Kenaikan jumlah penduduk tidak menutup kemungkinan menimbulkan permasalahan seperti berkurangnya lahan-lahan kosong yang seharusnya tetap disediakan oleh Pemerintah Kota Surabaya untuk fasilitas umum seperti pemakaman. Gambar 1.1 merupakan data dari Dispendukcapil Kota Surabaya (tahun 2014 sampai dengan 30 September 2017) yang menunjukkan trend jumlah penduduk dan jumlah kematian berdasarkan penerbitan akta kematian di Surabaya. Gambar. 1 Trend Jumlah Penduduk dan Jumlah Kematian Kota Surabaya [3]. Masyarakat Surabaya terdiri dari berbagai pemeluk agama, yaitu Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, Konghucu, dan lainnya. Jenazah orang yang sudah meninggal dapat diperlakukan dengan berbagai cara. Agama Islam mensyariatkan jenazah harus dikubur [4]. Namun, terdapat agama lain yang mengharuskan jenazah untuk dibakar. Disisi lain ketersediaan lahan makam di beberapa sub wilayah Surabaya tidak mengalami pertambahan luas. Salah satunya adalah makam Ngagel dimana banyak warga yang memilih melakukan pemakaman tumpangan [5]. Selain dimakamkan, perlakuan lain terhadap jenazah adalah dilakukan pengabuan atau kremasi. Saat ini terdapat dua krematorium yang sering digunakan oleh masyarakat Surabaya karena lokasinya yang paling dekat dengan wilayah kota yaitu krematorium Eka Praya di kompleks makam Kembang Kuning Surabaya, dan krematorium Jala Pralaya di daerah Juanda [6]. Dua krematorium tersebut adalah milik swasta dimana jasa yang disediakan dipatok dengan harga tinggi. Untuk mengatasi kurangnya luas lahan yang digunakan sebagai pemakaman maka Pemerintah Kota Surabaya membangun fasilitas Krematorium. Krematorium adalah tempat pembakaran jenazah dan/atau kerangka jenazah [7]. Tujuan dari pembangunan krematorium adalah sebagai fungsi sosial dan fungsi profit untuk mendapatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Tarif yang diberlakukan untuk kremasi pada krematorium milik Pemerintah Kota Surabaya telah memiliki payung hukum yaitu Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 7 Tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat. Fungsi sosial pembangunan krematorium telah dipastikan layak, namun fungsi profit pembangunan krematorium memerlukan analisis lebih lanjut. Keberhasilan Pemerintah Kota Surabaya dalam mengoperasikan krematorium dapat dianalisis menggunakan studi kelayakan. Analisis Kelayakan Teknis Pembangunan Krematorium Keputih-Sukolilo Milik Pemerintah Kota Surabaya Nur Laelasari dan Maria Anityasari Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) e-mail: m_anityasari@yahoo.com.au D brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)