Berita Biologi, Volume 6, Nomor 3, Desember 2002 STATUS POPULASI DAN KONDISI HABITAT SURILI {Presbytis comatd) DI CAGAR ALAM SITU PATENGAN, JAWA BARAT [The Population Status and Habitat Condition of Grizzled Leaf Monkey, Presbytis comata in Situ Patengan Nature Reserve, West Java] Nurj aman, M Bismark 1 dan Sofian Iskandar 2 'Yayasan Konservasi dan Ekoturisme (KONTUR) Jl. Padi Ciheuleut, Bogor. 2 Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam, Departemen Kehutanan RI Jl. Gn. BatuNo. 5 Bogor 16610 ABSTRACT Population and habitat survey was conducted in June-July 2000, at Situ Patengan Nature reserve, which aimed to record the current population data and habitat conditions. We recorded seven groups of grizzled leaf monkey/surili occurred at nature reserve, with number of individual were vary between 4-8 individual each group and population density of 17/km 3 . Sex ratio of individuals were 1:1.86, with percentage of age structures consisted of 17.95% adult male, 33.33% adult female, 25.64% juvenile, 20.51% offspring and 2.56% infant. Vegetation analysis recorded 56 species of plants found in the reserve. Some of the species were dominance, i.e. pasang (Quercus sp.), kihiur {Castanopsis javanica) and puspa {Schima walichii). Since population survey were conducted by Ruhiyat (1983) with population density of 35 individuals/km 2 and Adriana (1995) with population density of 3.5 individuals/km 3 , the population density of the monkeys shown trend of decreasing. The reserve, located adjacent with some plantation areas and production forest area of Perum Perhutani, isolated the forest. This condition predicted as a potential threat to the habitat and population of the monkeys. The monkey's population will be a doomed population in the future. Kata kunci/ Key words: Populasi/ population, habitat, surili, Situ Patengan Jawa Barat. PENDAHULUAN Sebagai negara dengan predikat "Great Biodiversity Country", Indonesia memiliki tingkat keanekaragamanjenis fauna yang sangattinggi. Salah satu jenis fauna yang banyak terdapat di Indonesia adalah dari bangsa Primata. Sampai saat ini telah tercatat sebanyak 56 jenis primata di Indonesia. Dari ke 56 jenis tersebut, sekitar 32 jenis (+. 57%) merupakan jenis endemik. Selain itu ada 28 jenis primata yang dilindungi Undang-undang dan CITES/ Red Data Book IUCN (CBSQ 2001). Surili {Presbytis comata), merupakan jenis endemik di Jawa Barat dan dilindungi oleh Undang- undang Indonesia, CITES dan Red Data Book of Species (Megantara, 1993; Zon, 1979).Berdasarkanhasil penelitian dan sensus yang dilakukan oleh beberapa peneliti, memperlihatkan bahwa populasi jenis primata tersebut memperlihatkan kecenderungan menurun. Hanya sedikit data yang dapat menginformasikan mengenai keberadaan surili di alam. Gurmaya (1992) dalam survainya di Taman Nasional Ujung Kulon hanya menjumpai dua kelompok surili. Data populasi surili terakhir tercatat 8040 individu (MacKinnon, 1987). Telah diyakini pula bahwa 96% dari habitat surili telah hilang/ berubah fungsi (MacKinnon, 1987). IUCN/Asian Primate Conservation Plan, menyatakan bahwa konservasi surili merupakan prioritas utama (Eudey, 1987). CBSG (2001) menyatakan bahwa kehilangan habitat dan fragmentasi habitat merupakan salah satu ancaman bagi kelangsungan hidup jenis primata tersebut. Lokasi penelitian CagarAlamSituPatengan merupakan kawasan suaka alam, yang walaupun luasannya tidak besar, namun merupakan salah satu habitat penting bagi surili. Namun ancaman dampak dari aktivitas manusia di dalam dan sekitar kawasan tersebut, membuat cagar alam tersebut sangat perlu mendapatkan perhatian. Kawasan Cagar Alam Situ Patengan secara geografis terletak pada 7°10'0" - 7°15'0" Lintang Selatan dan 107°15'0" - 107°20'2" Bujur Timur. Secara administratif berada di wilayah Kecamatan Ciwideuy, Kabupaten Bandung. Kawasan cagar alam ini dikelola oleh Sub Seksi KSDA Bandung, Balai KSDA Jawa Barat I. Kawasan ini ditetapkan 455