Rusmin Nurjadin
©2021, Mabasan 15 (2), 331—350
331
Mabasan: Masyarakat Bahasa & Sastra Nusantara
http://mabasan.kemdikbud.go.id/index.php/MABASAN
p-ISSN: 2085-9554
e-ISSN: 2621-2005
CERITA RAKYAT TANJUNG MENANGIS: KAJIAN RESEPSI SASTRA
TANJUNG MENANGIS FOLKTALE: A LITERARY RECEPTION STUDY
Rusmin Nurjadin
Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Samawa Rea
Jalan Olat Maras, Pernek, Moyohulu, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Kode Pos 84316
Ponsel: 081803732632; Pos-el: nurjadin.rusmin@gmail.com
Abstrak
Cerita rakyat Tanjung Menangis adalah cerita rakyat yang berasal dari
Sumbawa. Cerita ini berkisah tentang seorang putri yang disembuhkan oleh pangeran
dari Ujung Pandang yang menyamar menjadi seorang sandro. Fitnah tersebar mengenai
sang sandro dan cinta sang putri pun tidak direstuioleh Raja. Sang sandro memutuskan
pulang ke kampung halaman sementara sang putri mengejarnya ke ujung tanjung. Ia
menangis karena tak mampu bersatu dengan sang sandro hingga akhirnya ditemukan
meninggal di ujung tanjung. Tempat tersebut kini dikenal dengan sebutan Tanjung
Menangis.Penelitian resepsi sastra pada cerita rakyat Tanjung Menangis dimaksudkan
untuk mengetahui bagaimana penilaian masyarakat terhadap cerita rakyat tersebut.
Resepsi sinkronis dilakukan dengan pendekatan struktural, sosiologis dan psikologis.
Penelitian menggunakan kuesioner pada 15 responden yang dipilih melalui
metodepurposive sampling dengan memberikan naskah cerita rakyat yang ditulis oleh
budayawan Sumbawa, Aries Zulkarnain. Dataditabulasikan dalam tabel dan diagram
serta dianalisis dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan
sebagian besar pembaca menyimpulkan cerita rakyat bertema legenda setempat (60%),
memiliki alur maju (73,33%), dan mudah dipahami (73,33%). Resepsi pembaca
terhadap kondisi sosial masyarakat Sumbawa di dalam cerita adalah memiliki budaya
mursyawarah (66,67%). Pembaca menilai cerita kental akan nilai religius (46,67%) dan
nilai moral (40%). Pembaca juga mendapatkan manfaat dari cerita (100%), yakni
berupa manfaat inspirasi nilai-nilai luhur (53,33%) serta wawasan sejarah dan budaya
(46,67%). Perasaan pembaca setelah membaca cerita adalah bersemangat untuk
mengaplikasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya (93,33%). Cerita rakyat
Tanjung Menangis dapat direkomendasikan sebagai pengajaran karena kandungan nilai-
nilai baik yang terdapat di dalamnya. Penelitian ini juga memperkaya pengetahuan akan
Naskah Diterima Tanggal: 7 Agustus 2021; Direvisi Akhir Tanggal: 4 Desember 2021; Disetujui Tanggal: 8 DEsember 2021
DOI: https://doi.org/10.26499/mab.v15i2.472