DESKRIPSI KOMPETENSI KEAHLIAN DENGAN PENERAPAN MODEL DIRECT INSTRUCTION PADA PRAKTIKUM PEMISAHAN ALKOHOL DI SMK Nashrul Sasmita Maulidi, A. Ifriani Harun, Ira Lestari Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Untan Email: nashrulmaulidi@gmail.com Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi keahlian siswa pada praktikum pemisahan alkohol setelah diterapkan model direct instruction kelas X Kimia Industri SMK-SMTI Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Sampel penelitian ini sebanyak 18 siswa, dengan penentuan sampel menggunakan cara purposive sampling. Kompetensi keahlian terdiri dari 5 kompetensi yaitu persiapan kerja, proses distilasi, hasil kerja (uji produk), post proses, dan laporan. Instrumen penelitian menggunakan lembar penilaian kompetensi keahlian. Hasil analisis data tiap kompetensi keahlian rata- rata persentase kompetensi siswa yang diperoleh adalah persiapan kerja 94,44% (kompeten), proses distilasi 88,89% (kompeten), hasil kerja (uji produk) 83,33% (kompeten), post proses 94,44% (kompeten), dan laporan 72,22% (kompeten). Kata kunci: Model Direct Instruction, Kompetensi Keahlian Abstract: This study aims to determine students' competency skills in practical separation of alcohol after be applicated direct instruction model of grade X Chemical Industry SMK-SMTI Pontianak. The method used is descriptive method. The sample as many as 18 students, using purposive sampling method. Competency skills consist of 5 competences that work preparation, process of distillation, work result (product testing), post-process, and reports. Instrument this study use competency skills assessment sheet. Results of the data analysis of each competency skills average percentage of students’ competency who obtained work preparation 94.44% (competent), 88.89% process of distillation (competent), work result (product testing) 83.33% (competent), post-process 94.44% (competent), and reports 72.22% (competent). Keywords: Direct Instruction Model, Competency Skill lmu kimia lahir dan berkembang atas dasar percobaan-percobaan di laboratorium (Soebagio dalam Nugroho, 2013). Dengan begitu dalam pembelajaran kimia diperlukan pembelajaran yang melibatkan prosesnya seperti kegiatan praktikum di laboratorium. Krischner dalam Gebi dan Wiwi (2005) mengemukakan alasan dasar dari kegiatan praktikum berfungsi untuk mengembangkan keterampilan tertentu, sarana yang tepat untuk pembelajaran yang menggunakan pendekatan akademis, dan memberikan pengalaman langsung I brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran