Seminar Nasional APTIKOM (SEMNASTIKOM), Hotel Lombok Raya Mataram, 28-29 Oktober 2016 515 MODEL SISTEM INFORMASI PERIZINAN FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN (Studi Kasus pada Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru) Ruliah S. 1 , Khairul Mukhlis 2 1,2 Program Studi Sistem Informasi, STMIK Banjarbaru 1 081349352617, twochandra@gmail.com 2 089691750981, ulispaul@yahoo.com Abstract Health care system licensing services performed manually or conventional, causing the emergence of some fundamental issues, such as the uncertainty and timing of completion that cannot be monitored at all times. The concierge service cannot freely accomplish tasks freely services anytime and anywhere. This causes the time of completion of a service exceeds the maximum amount of time specified in the Standard Operating Procedures. This article describes a model of Web-based information system that can be used as a medium of communication and transactions online to the public requiring licensing services related to health care in the health office, quickly and efficiently, both in terms of time efficiency of the process and in terms of cost efficiency. Keywords: Licensing Services, Health Services, Web Based Information Systems 1. Pendahuluan Kantor Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten memiliki beberapa bidang diantaranya adalah bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kesehatan (PSDMK). Bidang ini memiliki tugas dan fungsi pelayanan untuk memberikan izin praktek dan izin kerja semua tenaga kesehatan, serta rekomendasi izin untuk semua sarana kesehatan yang dilakukan pada bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kesehatan. Tujuan perizinan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan pada dasarnya adalah memberikan perlindungan kepada masyarakat dari praktek pelayanan kesehatan yang tidak memenuhi standar, agar tidak membahayakan keselamatan dan kesehatan. Untuk itu apabila masyarakat atau korporasi ingin mengadakan fasilitas pelayanan kesehatan, terlebih dahulu mengajukan izin dan harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Kesibukan dan rutinitas masyarakat yang sangat tinggi menyebabkan masyarakat sangat mengharapkan pelayanan yang cepat, akurat dan efisien dalam berbagai hal, tidak terkecuali pada layanan untuk mendapatkan izin atas fasilitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Di sisi lain sistem pelayanan yang dilaksanakan di kantor dinas kesehatan kota/kabupaten saat ini masih dengan cara manual atau konvensional, dimana masyarakat harus datang ke kantor dinas kesehatan mengurus pembuatan surat keterangan atau surat rekomendasi yang diperlukan. Berdasarkan hasil survey awal di lapangan, proses seperti ini dapat menimbulkan beberapa masalah mendasar, seperti harus mengantri terlebih dahulu sehingga perlu waktu yang cukup lama dalam penyelesaiannya, melebihi waktu maksimal yang telah ditetapkan dalam Standar Prosedur Operasi. Jika petugas sedang tidak di tempat kerja, dokumen atau lampiran yang disertakan harus ditinggal terlebih dahulu, akibatnya pemohon tidak mengetahui informasi apakah surat permohonan tersebut sudah selesai atau belum. Beberapa pemohon sering bolak-balik ke kantor pelayanan dalam upaya melengkapi seluruh persyaratan untuk membuat surat-surat tersebut, akibat kurangnya informasi yang diperoleh mengenai persyaratan yang harus dipersiapkan untuk melakukan pengurusan surat-surat yang dibutuhkan. Permasalahan lain yang muncul adalah terbatasnya waktu kerja bagi petugas karena harus berada di kantor untuk memberikan layanan kepada warga, berakibat pada produktifitas petugas yang rendah. Web site adalah suatu model komunikasi Online yang dapat digunakan sebagai jembatan komunikasi dua arah antara manajemen organisasi dengan khalayak umum. Konsep Layanan Sistem Informasi Berbasis Web dapat memberikan efisiensi waktu proses dan memaksimalkan unjuk kerja organisasi [1][2][3][4]. Fernando dan kawan-kawan dalam risetnya yang berjudul Web Portal Health Information dengan Penerapan Web Service, telah menggunakan Portal Web sebagai sarana yang efektif untuk menyampaikan informasi mengenai kesehatan dan sebagai media komunikasi antara petugas medis dengan pasien dalam memberikan layanan kesehatan[5] Artikel ini memaparkan model sistem informasi berbasis Web yang dapat digunakan sebagai media komunikasi dan transaksi secara online kepada masyarakat yang membutuhkan layanan perizinan yang terkait dengan pelayanan kesehatan pada kantor Dinas Kesehatan, secara cepat dan efisien, baik dari segi efisiensi waktu proses maupun dari segi efisiensi biaya. 2. Metodologi Pengembangan model dilakukan mengikuti metode life cycle pada proses pengembangan sistem informasi. Studi kasus dilaksanakan pada Kantor Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan, dengan tahapan-tahapan utama yaitu: